HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa keputusan Prancis untuk meningkatkan persenjataan nuklir dan mengerahkan unsur kekuatan nuklirnya di wilayah sekutu menunjukkan bahwa NATO merupakan blok nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (23/4).
Menurut Grushko, langkah tersebut akan berdampak pada peningkatan potensi nuklir NATO secara keseluruhan, karena kekuatan nuklir Prancis akan menjadi bagian dari struktur aliansi.
– Advertisement –
“Langkah ini akan meningkatkan potensi nuklir NATO secara keseluruhan, dengan kekuatan nuklir Prancis menjadi bagian integral dari aliansi tersebut,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Jum’at (24/4).
Ia juga menyinggung arah kebijakan Prancis dalam isu nuklir yang dinilai memiliki sasaran tertentu.
– Advertisement –
“Sangat jelas siapa yang menjadi sasaran retorika nuklir dan langkah-langkah militer praktis Paris di bidang ini,” kata Grushko.
Grushko menilai pendekatan yang disebut sebagai ‘ketidakpastian strategis’ oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron justru berpotensi menjadi bumerang bagi Prancis sendiri.
“Ketidakpastian strategis yang ingin dipaksakan Presiden Prancis kepada negara lain pasti akan menjadi bumerang bagi Prancis sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Rusia akan mempertimbangkan seluruh perkembangan tersebut dalam penyusunan kebijakan pencegahan nuklirnya.
Dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa delapan negara Eropa, termasuk Polandia dan Swedia, berencana menyelaraskan diri dengan doktrin nuklir baru Prancis serta menampung armada pesawat pengebom strategis Prancis di wilayah mereka.
Grushko juga menilai doktrin nuklir Prancis yang telah direvisi sejalan dengan sikap NATO yang dinilainya semakin agresif terhadap Rusia.
Ia menuding NATO semakin mengintegrasikan negara-negara Eropa nonnuklir ke dalam perencanaan potensi serangan nuklir terhadap Rusia dan sekutunya.
“Militer kita akan mengamati dengan saksama pengerahan baru ini dan memperbarui daftar target prioritas tinggi untuk potensi konflik besar sebagai tindak lanjutnya,” kata Grushko.
– Advertisement –