Purbaya Bongkar Kondisi APBN Terbaru, Defisit Naik Tapi Ada Kabar Baik dari Pajak dan Cukai

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap defisit APBN naik menjadi Rp180,4 triliun, namun penerimaan pajak dan cukai mulai menunjukkan perbaikan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan kondisi terbaru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.

Meski defisit mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, pemerintah menegaskan kondisi fiskal nasional masih dalam kategori aman dan terkendali.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 yang digelar Jumat (5/6/2026), Purbaya mengatakan defisit APBN tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB.

Kendati demikian, menurut Purbaya, kenaikan defisit tersebut masih berada dalam batas yang sehat.

– Advertisement –

Konferensi Pers Apbn Kita Edisi Juni 2026 Jumat 562026 Di Aula Djuanda Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine Kementerian Keuangan 1780644033508 169

Bahkan, apabila dihitung menggunakan pola rata-rata seperti yang umum digunakan di berbagai negara, defisit APBN sepanjang tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai sekitar 1,8 persen terhadap PDB.

“Kalau saya pakai cara yang sama, kira-kira 1,8 persen PDB. Jadi kalau dilihat dari situ APBN kita sangat aman,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung berbagai program prioritas nasional.

Selain itu, kabar positif juga datang dari posisi keseimbangan primer yang hingga akhir Mei 2026 masih mencatat surplus sebesar Rp58,6 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran pemerintah semakin berkelanjutan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Artinya anggaran kita sekarang sudah berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.

Purbaya menilai perbaikan pada sisi penerimaan negara menjadi salah satu faktor penting yang membuat defisit tetap terkendali.

Menurut dia, kinerja penerimaan dari sektor perpajakan dan bea cukai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Yang jelas bisa kita kendalikan karena pajak dan cukai ada perbaikan signifikan,” jelasnya.

Perbaikan penerimaan tersebut memberikan bantalan bagi APBN di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan tekanan terhadap perekonomian domestik.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis target pengelolaan fiskal tahun 2026 tetap dapat dijaga sesuai rencana.

Kinerja APBN menjadi perhatian penting di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa fundamental fiskal Indonesia masih kuat sehingga mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan defisit yang masih relatif rendah dan keseimbangan primer yang tetap surplus, pemerintah meyakini APBN 2026 masih berada di jalur yang sehat dan berkelanjutan.

Purbaya pun memastikan pemerintah akan terus mengoptimalkan penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak dan kepabeanan, agar ruang fiskal tetap terjaga serta mampu mendukung berbagai program pembangunan dan perlindungan masyarakat.

Leave a Comment