
JABAR EKSPRES – Lonjakan kasus penyakit tidak menular di Jawa Barat mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis spesialisasi. Primaya Hospital Group merespons situasi ini dengan mentransformasi RS Rajawali menjadi Primaya Rajawali Hospital, fasilitas kesehatan terintegrasi berbasis Center of Excellence di Kota Bandung.
Didukung digitalisasi dan fasilitas modern, langkah ini diarahkan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan kualitas sekaligus akses layanan kesehatan masyarakat perkotaan, terutama pada penanganan penyakit seperti kanker dan jantung yang terus menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan data program inovasi kesehatan dan surveilans lokal, Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah kasus kanker terbesar di Indonesia, mencapai 156.977 kasus. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 menempatkan prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat pada peringkat keempat tertinggi secara nasional.
Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar
Primaya Hospital Group secara resmi membuka Primaya Rajawali Hospital sebagai hasil transformasi menyeluruh dari RS Rajawali. Rumah sakit ini mengusung pendekatan layanan berbasis Center of Excellence, yang memungkinkan penanganan pasien secara multidisiplin dengan standar klinis lebih terukur.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM menjelaskan bahwa pengembangan layanan unggulan menjadi fokus utama dalam transformasi tersebut.
“Tadi saya sudah sebutkan juga beberapa Center of Excellence yang ada di Primaya Rajawali Hospital ini, seperti Onkologi, Trauma, Mother and Child atau Ibu dan Anak. Kemudian kita juga akan kembangkan layanan Jantung dan Pembuluh Darah, Uro-nefrologi, dan juga Neuroscience dengan nanti kita lengkapi dengan Cath Lab,” ujarnya saat konferensi pers di Primaya Rajawali Hospital, Jl. Rajawali Barat No. 38, Maleber, Andir, Kota Bandung, Senin 15 April 2026.
Sejumlah layanan unggulan telah disiapkan, mulai dari Oncology Center, Mother & Child Center, hingga Trauma Center. Ke depan, pengembangan juga mencakup Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, serta Urology & Nephrology Center.
Dalam implementasinya, rumah sakit ini menghadirkan layanan komprehensif, termasuk terapi kanker seperti imunoterapi dan kemoterapi, serta layanan diagnostik dan penanganan penyakit jantung yang terintegrasi.
Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik dengan kapasitas 102 tempat tidur. Layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU turut disediakan, didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis.