Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Xi Jinping Ajukan Proposal 4 Poin soal Perdamaian Timur Tengah

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), di Beijing, ibu kota China, pada Selasa (14/4).

Xi mengatakan bahwa UEA merupakan mitra strategis komprehensif China, dan China selalu menaruh perhatian besar terhadap pengembangan hubungan dengan negara tersebut.

– Advertisement –

“Melalui berbagai upaya bersama dari kedua belah pihak, hubungan China-UEA mempertahankan perkembangan yang sehat dan stabil, yang ditandai dengan rasa saling percaya yang kian erat di bidang politik, kerja sama praktis yang meningkat, dan pertukaran antarmasyarakat yang kaya,” kata Xi Jinping dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (15/4).

Menyadari bahwa mempererat dan meningkatkan hubungan China-UEA merupakan konsensus kuat di antara kedua belah pihak serta sesuai dengan harapan rakyat kedua negara, Xi menyatakan China bersedia bekerja sama dengan UEA untuk membangun kemitraan strategis komprehensif China-UEA yang lebih stabil dan dinamis.

– Advertisement –

“Kedua belah pihak harus terus saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti dan perhatian utama mereka, mempertahankan pertukaran tingkat tinggi, serta memperkokoh kepercayaan timbal balik strategis,” imbuhnya.

Xi Jinping kemudian juga menyerukan kedua belah pihak untuk memperkuat penyelarasan strategi pembangunan serta menggali potensi kerja sama yang saling menguntungkan di bidang energi, investasi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang lainnya.

“Kedua negara harus mendorong kemajuan lebih besar dalam kerja sama di bidang pendidikan, penerbangan sipil, pariwisata, dan bidang lainnya, meningkatkan pertukaran antarmasyarakat, serta memperkuat fondasi dukungan publik,” ujarnya.

Dia menyerukan peningkatan koordinasi dan kerja sama di platform-platform multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan BRICS, pemanfaatan stabilitas hubungan China-UEA untuk menghadapi ketidakpastian dalam situasi internasional dan regional, serta upaya bersama untuk mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai situasi terkini di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Xi menegaskan posisi China dalam mendorong perdamaian dan dialog, serta menegaskan kembali bahwa China akan terus memainkan peran konstruktif dalam hal tersebut.

Dalam pertemuan itu, Xi mengajukan proposal empat poin untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Xi menyerukan untuk berpegang pada prinsip hidup berdampingan secara damai. Negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah saling bergantung dan merupakan tetangga yang tak terpisahkan. Upaya harus dilakukan untuk mendukung negara-negara tersebut dalam memperbaiki hubungan mereka, serta penting untuk mendorong pembangunan arsitektur keamanan yang bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan bagi kawasan Teluk dan Timur Tengah.

Dia mendesak agar berpegang pada prinsip kedaulatan nasional. Kedaulatan merupakan fondasi bagi semua negara, terutama negara berkembang, untuk bertahan dan berkembang, serta tidak boleh dilanggar. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah harus sepenuhnya dihormati, dan keselamatan personel, fasilitas, serta lembaga dari semua negara harus dijaga secara efektif.

Perihal kepatuhan terhadap prinsip supremasi hukum internasional, Xi menuturkan otoritas supremasi hukum internasional harus dijunjung tinggi, menolak penerapan selektif guna mencegah dunia agar tidak terjerumus kembali ke hukum rimba. Dia menyerukan untuk secara teguh menjunjung tinggi sistem internasional dengan PBB sebagai intinya, tatanan internasional yang berdasarkan hukum internasional, serta norma-norma dasar hubungan internasional yang berlandaskan pada tujuan dan prinsip Piagam PBB.

Xi mengatakan bahwa pembangunan dan keamanan harus dikoordinasikan. Keamanan memungkinkan pembangunan, dan pembangunan membantu menjaga keamanan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah. China siap berbagi peluang yang dihadirkan oleh modernisasi China dengan negara-negara tersebut guna memperkuat fondasi pembangunan dan keamanan regional.

Menyebut bahwa UEA sangat mementingkan pengembangan hubungan dengan China, Sheikh Khaled mengatakan negaranya bersedia bekerja sama dengan China untuk melaksanakan konsensus penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara, memperdalam kerja sama di berbagai bidang, membuka prospek yang lebih luas bagi hubungan bilateral, serta memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara.

Sheikh Khaled mengatakan UEA mengapresiasi peran China yang bertanggung jawab dan konstruktif dalam urusan internasional serta upaya aktifnya dalam mencari solusi politik atas krisis yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

“UEA berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat dengan China guna mendorong gencatan senjata di antara pihak-pihak terkait, memulihkan perdamaian dan stabilitas regional secepatnya, menjaga keamanan pelayaran internasional, serta mencegah dampak lebih lanjut terhadap ekonomi global dan keamanan energi,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa keselamatan warga negara dan institusi China akan dilindungi secara efektif.

– Advertisement –

Leave a Comment