
JABAR EKSPRES – Gelombang demo kembali bergulir di Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Bahkan, kali ini massa aksi peragakan teatrikal pancung Presiden Prabowo Subianto.
Massa aksi yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung itu, memusatkan aksinya di depan gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
“Ini ada dari 23 kampus,” kata Koordinator BEM SI Jabar, M. Risaldi.
Baca Juga:Ribuan Mahasiswa di Bandung Geruduk Gedung DPRD Jabar, Ini Poin Tuntutannya! Cegah Pelajar Ikut Demo BEM UI, Forkopimcam Cariu Perketat Pengawasan di Jalur Menuju Jakarta
Pantauan Jabar Ekspres, masa mulai memadati Jalan Diponegoro itu sejak pukul 15.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka langsung berorasi menyampaikan beberapa tuntutannya.
Setidaknya ada 7 tuntutan yang disampaikan merespons beberapa isu dan kondisi tanah air. Diantaranya adalah untuk menstabilkan nilai rupiah, evaluasi program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, penyelamatan APBN, hingga mencabut UU TNI.
Tuntutan lain adalah evaluasi total jajaran kabinet yang dinilai kurang kompeten. Serta menegakkan HAM dan melawan bentuk impunitas.
Di sela orasi, massa juga memperagakan teatrikal hukuman pancung terhadap Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Pemeran pria bertopeng wajah Presiden dipancung di depan Kantor DPRD Jawa Barat.
Aksi itu bentuk protes atas kegagalan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Aksi itu terpantau kondusif. Pukul 17.28 WIB masa sudah mulai meningalkan lokasi demo. Aksi demo itu bukan kali pertama dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya juga dilakukan aksi serupa apda Senin lalu. (Son)