HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah area yang ada di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar dua hektare.
“Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan personel, peralatan, dan kendaraan pendukung. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (11/5).
Abdul menyebut hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
– Advertisement –
Memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Sementara itu, perubahan pola cuaca yang terjadi pada masa transisi musim berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Di sisi lain, mulai berkurangnya curah hujan di beberapa daerah juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan rawan kekeringan.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah, seperti BMKG dan BNPB.
“Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya di sekitar tempat tinggal,” imbaunya.
“Pemerintah daerah turut didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, menyiapkan jalur evakuasi serta logistik darurat, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi,” tambahnya.
– Advertisement –