HOLOPIS.COM, Jakarta – BNI diduga ramai-ramai menyewa buzzer di media sosial. Netizen pun geram, menilai langkah itu lebih ke pencitraan ketimbang menyelesaikan masalah yang ada.
Jagat media sosial X ramai membicarakan dugaan keterlibatan sebuah perusahaan jasa micro buzzer yang disebut-sebut menawarkan kerja sama dengan imbalan sekitar Rp4.500 per akun.
– Advertisement –
Dalam tangkapan layar yang beredar, nama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI ikut terseret dan langsung memicu gelombang komentar pedas dari warganet.
Isu ini mencuat setelah akun @SistersInDanger mengunggah screenshot percakapan yang menampilkan tawaran menjadi buzzer dengan skema bayaran per akun.
– Advertisement –
Unggahan itu langsung viral dan memancing ribuan respons dari pengguna X lainnya.
“Upsiiii @BNI, daripada bayar buzzer, mending duitnya untuk sponsori edukasi cegah kekerasan seksual ke sekolah dan kampus,” tulis akun @SistersInDanger dalam unggahan yang banyak di-repost.
Dari sana, kolom komentar langsung dipenuhi reaksi netizen yang mayoritas bernada sinis hingga kecewa.
Banyak yang menilai langkah tersebut justru memperburuk citra, bukan memperbaiki.
“Daripada bayar buzzer, mending ganti rugi dan ngaku salah. Ini malah bikin kepercayaan publik turun,” tulis akun lain yang ikut menanggapi isu tersebut.
Ada juga yang menyoroti nominal bayaran yang dianggap tidak masuk akal.
“Njir fee 4.5k? Buat pipis di toilet umum aja kurang,” tulis @ellivvinati yang komentarnya ikut ramai disebar ulang hingga ribuan interaksi.
Sementara akun lain, @ArifArifLabMed, justru menyindir dengan nada berbeda.
“Nih, gratis, gak minta bayar dari BNI. Nasabah Bank BNI Krui laporkan ke Polres Pesisir Barat atas dugaan penggelapan uang,” tulisnya, menyinggung isu lain yang ikut dikaitkan dalam percakapan.
Tak sedikit pula warganet yang menilai strategi buzzer bukan solusi untuk meredam krisis kepercayaan.
“Boleh diinfokan kak? Saya mau join buzzer BNI, saya butuh duit,” tulis akun @Ashiro… dengan nada satir, yang kemudian dibalas akun @SistersInDanger, “Waduh kamu bukan agen.”
Di sisi lain, muncul juga komentar yang menyinggung dugaan pemborosan anggaran.
“Tebak biaya pengadaan buzzer berapa persen dari 28M,” tulis akun @Otsuts… yang langsung memicu diskusi lanjutan di kolom balasan.
Isu ini makin melebar ketika sejumlah netizen turut mengaitkan dengan kasus lama yang pernah ramai dibahas, yakni dugaan persoalan “Dana Umat di BNI Aek Nabara”.
Salah satu akun menulis, “Mending lo kumpulin duit buat bayar uang nasabah 28M itu yeee,” yang langsung mendapat banyak dukungan dari pengguna lain.
“Kalau masalah besar kayak dana umat belum selesai, tapi sibuk urus citra, ya wajar kalau publik makin skeptis,” tulis akun lainnya dalam percakapan yang terus bergulir.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak BNI terkait beredarnya tangkapan layar tersebut maupun berbagai komentar yang menyeret nama institusi.
Namun di media sosial, topik ini masih terus ramai diperbincangkan dan bertahan di jajaran trending dengan ribuan unggahan ulang serta komentar dari warganet.
Publik pun kini masih menunggu apakah akan ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, di tengah derasnya tekanan opini yang berkembang murni dari dinamika netizen di dunia maya.
– Advertisement –