JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Prof Mahfud MD mengatakan bahwa aksi Mahasiswa terjadi karena berangkat dari keresahan mereka atas kondisi bangsa dan negara kekinian. Sehingga ketika ada gelombang demonstrasi, ia melihat hal itu wajar, terlebih dengan membaca tuntutan mereka yang cenderung rasional.
“Menurut saya tuntutan mahasiswa itu semua rasional, berangkat dari fakta-fakta di lapangan. Semua yang diminta itu kan masalah pemborosan, masalah MBG, beberapa di antaranya sudah terbukti gitu ya. KDMP masih banyak menjadi sorotan,” kata Mahfud MD dalam podcast Terus Terang yang dikutip Holopis.com, Rabu (17/6/2026).
Selain persoalan pemborosan anggaran negara dalam proyek MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), beberapa tuntutan lainnya juga dianggap Mahfud MD masih sangat rasional. Termasuk di antarnya adalah TNI dan Polri yang eksesif. Kemudian peran-peran TNI yang dinilai sudah keluar dari arah reformasi dan kembali ke regulasi lama.
“Itu kan juga menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Jika pemerintah melihat tuntutan Mahasiswa tidak sesuai dan keliru, maka tugas mereka seharusnya menjelaskan kepada publik dengan baik sehingga keresahan rakyat yang dibawa Mahasiswa bisa terjawab.
“Silakan dijelaskan saja kan,” lanjutnya.
– Advertisement –

Dalam menyikapi gerakan Mahasiswa, Mahfud MD juga menyinggung bahwa tidak mungkin seluruh Mahasiswa akan bisa dikontrol dan diarahkan oleh pemerintah. Pun ada sebagian Mahasiswa yang bisa dibungkam, namun tak akan sedikit pula yang akan bergerak berdasarkan hati nurani dan rasionalitasnya sendiri.
“Tetapi yang pokok dari semua itu sekarang ternyata mahasiswa itu tidak bisa sepenuhnya bisa dibungkam ya, ternyata mereka bisa mengorganisir itu dengan sangat besar, terjadi di berbagai kota begitu,” ujarnya.
Melihat gerakan Mahasiswa yang masif di berbagai daerah, akademisi dari Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut pun menilai bahwa memang ada keresahan yang mendasar dari sisi pemikiran Mahasiswa saat ini. Karena tidak mungkin Mahasiswa turun ke jalan dan melakukan demonstrasi jika tidak ada persoalan serius yang mereka lihat dari konteks skala nasional.
“Artinya apa, masalahnya udah serius. Mahasiswa itu untuk apa sih turun-turun begitu kalau tidak melihat masalah yang serius untuk bangsa dan negaranya, kan begitu lalu,” tandasnya.
Maka dari itu, Mahfud MD yang juga pernah menjadi Menteri Pertahanan di era pemerintahan Presiden almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut menyarankan kepada pemerintah, untuk mengambil sikap yang jauh lebih bijaksana.
“Menurut saya ini harus disikapi secara arif agar tidak menggelinding menjadi bola salju yang panas, nanti merusak kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” pungkas Mahfud MD.