HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, peristiwa ini terjadi akibat kenaikan muka air laut yang disertai jebolnya tanggul laut di Kecamatan Tayu.
“Kondisi tersebut menyebabkan air laut melimpas ke daratan dan menggenangi kawasan permukiman warga serta area tambak di sekitarnya,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (22/6).
Dampak banjir rob terfokus di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Setidaknya 127 kepala keluarga (KK) terdampak akibat genangan yang memasuki lingkungan tempat tinggal mereka.
“Meskipun tidak ada warga yang mengungsi, pemerintah desa telah mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan menyiapkan balai desa dan polindes sebagai tempat evakuasi sementara, khususnya bagi kelompok rentan seperti lanjut usia apabila kondisi memburuk,” jelasnya.
Selain berdampak pada aktivitas masyarakat, banjir rob juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah aset dan infrastruktur. Tercatat sekitar 73 unit rumah terdampak, sementara sekitar 85 hektare lahan tambak terendam air laut.
– Advertisement –
“Genangan juga menutupi jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer sehingga mengganggu mobilitas warga. Di sisi lain, kerusakan tanggul menjadi faktor utama yang memperparah masuknya air laut ke kawasan permukiman dan tambak masyarakat,” jelasnya.
Abdul menambahkan, sejumlah langkah darurat juga telah dilakukan untuk mengurangi risiko meluasnya genangan. Perbaikan pada sebagian ruas tanggul yang ambrol telah berhasil diselesaikan.
Selain itu, petugas bersama masyarakat membangun tanggul sementara menggunakan karung berisi tanah pada titik-titik yang dianggap rawan. Upaya pengendalian rob juga dilakukan melalui pemasangan pipa pada aliran sungai menuju muara laut serta pemasangan waring sebagai penanda batas tambak yang tanggulnya sudah tidak tampak akibat terendam air.
Meski kondisi mulai terkendali, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung penanganan dan pemulihan di lokasi terdampak. Kebutuhan tersebut antara lain bantuan logistik bagi warga, air minum kemasan, popok sekali pakai untuk balita dan lanjut usia, pembangunan kembali tanggul laut yang masih jebol, serta peninggian tanggul kritis yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman.
Berdasarkan laporan terkini, genangan banjir rob di Desa Tunggulsari telah berangsur surut. Namun demikian, pemerintah daerah bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan secara intensif mengingat potensi pasang air laut yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Upaya penanganan dan perbaikan infrastruktur terus dilakukan guna meminimalkan dampak serta melindungi masyarakat dari kejadian serupa di masa mendatang.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat upaya mitigasi sesuai dengan karakteristik risiko di masing-masing wilayah.
“Masyarakat diharapkan aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait, menjaga kondisi lingkungan sekitar, serta segera melaporkan potensi ancaman yang dapat berkembang menjadi bencana,” imbaunya.
“Kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko, melindungi keselamatan jiwa, dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.