425 Prajurit Dikirim ke Papua, TNI Ubah Strategi Gunakan Kearifan Lokal

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pendekatan baru disiapkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga stabilitas di Papua. Tak hanya mengedepankan kekuatan militer, strategi berbasis kearifan lokal kini menjadi kunci dalam operasi pengamanan objek vital nasional.

Hal ini ditegaskan Komandan Resor Militer (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen Machfud, saat menyampaikan rencana penugasan ratusan prajurit ke wilayah tersebut.

– Advertisement –

Sebanyak 425 prajurit dari Batalyon 133 Yudha Sakti akan diberangkatkan ke Papua pada triwulan II 2026. Mereka akan menjalankan tugas selama 9 bulan. Fokus penugasan dengan melakukan pengamanan objek vital nasional.

Penugasan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas di wilayah strategis tersebut. Dalam pelaksanaan tugas, TNI menekankan pendekatan berbeda.

– Advertisement –

“Kita akan mengedepankan aspek kearifan lokal dengan tidak mengabaikan faktor keamanan,” kata Machfud, Minggu, (29/3/2026).

Pendekatan TNI itu diprioritaskan melalui interaksi sosial dengan masyarakat pemahaman budaya lokal. Lalu,
membangun kepercayaan di wilayah operasi Latihan Khusus Sebelum Berangkat

Sebelum diterjunkan, seluruh prajurit telah dibekali berbagai pelatihan intensif.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi kondisi geografis Papua; karakter demografi; dinamika sosial masyarakat. Selain itu, latihan kontingensi tetap menjadi bagian penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

Brigjen Machfud menyampaikan keberhasilan operasi tidak bisa dilakukan sendiri. “Termasuk operasi pengamanan yang senantiasa dilaksanakan dengan semua pihak, baik kesatuan TNI lainnya, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan lainnya,” ujarnya.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat lokal menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas. Menjelang penugasan, Machfud memberikan pesan moral kepada seluruh prajurit.

“Tugas yang diemban merupakan amanah Tuhan Yang Maha Esa dan negara dengan tidak mengabaikan faktor keamanan dan pengamanan,” ujar jenderal bintang satu tersebut.

Ia menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan
dan profesionalisme. Dengan pendekatan sosial dan budaya, TNI ingin mengedepankan kepercayaan masyarakat. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan di wilayah Papua.

– Advertisement –

Leave a Comment