
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mulai merasakan dampak dari kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberlakukan setiap hari Jumat. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menekan konsumsi energi, terutama penggunaan listrik di lingkungan perkantoran.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mochammad Ronny, mengungkapkan penurunan konsumsi listrik sudah mulai terlihat sejak kebijakan tersebut diterapkan.
Hal ini menjadi indikator awal keberhasilan langkah efisiensi energi yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga
“Untuk listrik sudah terlihat ada penurunan, sementara untuk BBM masih kami evaluasi karena WFH baru berjalan,” ujar Ronny saat dikonfirmasi, Jum’at (17/4/26).
Ronny menuturkan, dampak penghematan energi dari kebijakan ini tidak hanya berhenti pada pengurangan aktivitas kantor, tetapi juga berkaitan dengan berkurangnya penggunaan perangkat elektronik selama hari kerja yang dialihkan menjadi WFH.
“Pada saat WFH adanya pengurangan penggunaan perangkat elektronik, jadi tentu ada kontribusi terhadap penurunan konsumsi energi,” katanya.
Ronny menambahkan, kebijakan WFH setiap Jum’at ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan yang telah dirintis sejak 2025 dalam rangka efisiensi energi dan penghematan anggaran daerah.
“Dengan berkurangnya aktivitas perkantoran secara rutin setiap pekan, Pemkot Cimahi optimistis konsumsi energi dapat terus ditekan,” cetusnya.
Sementara itu, untuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Pemkot Cimahi masih melakukan penghitungan lebih lanjut. Pasalnya, implementasi kebijakan WFH dinilai masih relatif baru sehingga membutuhkan waktu untuk melihat dampak secara menyeluruh.
“Ke depan, pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mendorong pola kerja yang lebih adaptif dan ramah lingkungan di kalangan ASN,” tandasnya. (Mong)