HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim tiba-tiba muncul di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026) malam. Silmy disebut-sebut tak berhasil diamankan dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pengurusan keimigrasian.
Silmy terpantau tiba di markas lembaga antirasuah sekitar pukul 22.40 WIB dengan dikawal oleh sejumlah ajudan. Namun, para pengawal Silmy justru disinyalir menghalangi kerja wartawan.
Dorong-dorongan tak terelakkan saat awak media sedang mengambil gambar dan meminta komentar Silmy. Bahkan, di antara pewarta ada yang terkena pukul.
“Sudah sudah,” kata Silmy saat memasuki gedung KPK, Jakarta, seperti dikutip Holopis.com.
Namun, hal tersebut tak digubris ajudan Silmy. Mereka terus mendorong dan menghalangi kamera wartawan.
Silmy sendiri sempat merespons sejumlah pertanyaan wartawan. Termasuk saat dikonfirmasi mengenai keberadaanya yang sempat dicari KPK dalam OTT.
– Advertisement –
“Ya gini saja, menyelesaikan agenda,” singkat Silmy.
Diberitakan sebelumnya, tim Satgas KPK berhasil mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait pengurusan dokumen keimigrasian. Para pihak ditangkap dari sejumlah lokasi di Jakarta Barat, Jawa Barat, dan Bali.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, delapan orang yang diamankan merupakan penyelenggara negara. Di antaranya Kakanwil Imigrasi Jawa Barat dan Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Ronald Amran Abdullah. Mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam juga turut diamankan dalam OTT ini.
Sedangkan sisanya, merupakan pihak swasta. Dua pihak swasta yang diamankan merupakan biro jasa pengurusan dokumen keimigrasian. Keduanya ditangkap di wilayah Bali.
“Tim telah mengamankan 17 orang. Delapan orang di antaranya merupakan penyelenggara negara dan PNS. Kemudian sembilan orang lainnya merupakan pihak swasta. Di mana, para pihak tersebut, dua orang swasta diamankan di wilayah Bali. Kemudian pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya,” kata Budi.
Para pihak itu dibekuk lantaran diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA). “Kemudian satu PN diamankan di wilayah Jawa Barat yang merupakan Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Jawa Barat, Kakanwil Imigrasi Jawa Barat. Benar dari para pihak yang diamankan tersebut Plt Dirjen Imigrasi 2024-2025 juga turut diamankan dalam kegiatan ini,” ditambahkan Budi.
Sejumlah barang mewah diamankan dalam OTT ini. Di antaranya tujuh unit mobil, 15 unit motor, 11 unit sepeda mewah, dan ratusan gram emas.
“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya ada tujuh mobil, kemudian ada 15 motor, dan juga 11 sepeda ya, enam MTB dan
juga empat Brompton. Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram,” ujar Budi.
Para pihak yang telah diamankan sedang menjalani pemeriksaan intensif di markas KPK. Malam ini, kata Budi, pihaknya melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para pihak, termasuk pihak yang diamankan dalam OTT.
“Malam ini KPK kemudian akan melakukan ekspos untuk menetapkan status hukum kepada pihak-pihak yang diamankan. Jadi kita sama-sama tunggu nanti pihak-pihak siapa saja yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dari peristiwa tertangkap tangan ini,” tutur Budi.