Viral di X! Ini Isi Grup Chat Mahasiswa IPB Bikin Geger, Ada Konten Pelecehan

HOLOPIS.COM, Bogor – Grup chat mahasiswa IPB bikin geger, diduga berisi konten pelecehan yang memicu kecaman publik.

Linimasa X mendadak riuh, dimana unggahan dari akun anonim kampus, @ipb_menfess, memicu gelombang reaksi setelah membagikan tangkapan layar percakapan grup chat yang diduga melibatkan mahasiswa IPB University, khususnya dari jurusan Teknik Mesin dan Biosistem.

– Advertisement –

Dalam unggahan yang beredar, terlihat percakapan sejumlah anggota grup yang dinilai menjurus pada pelecehan seksual.

Holopis IPB Menfess
Media sosial X heboh dengan cuitan IPB Menfess yang membagikan screenshot dari korban pelecehan seksual (Foto: X/IPB Menfess)

Beberapa pesan memuat komentar vulgar dan merendahkan perempuan, yang kemudian langsung memantik kemarahan warganet.

– Advertisement –

Tak butuh waktu lama, unggahan itu menyebar luas.

Kolom komentar dipenuhi beragam respons, mulai dari kecaman keras, rasa kecewa, hingga seruan agar pihak kampus bertindak tegas.

“Ini parah banget sih kalau bener mahasiswa,” tulis salah satu pengguna X.

“Harus ditindak, jangan cuma viral terus hilang,” timpal akun lainnya.

Namun, di tengah derasnya kritik, ada juga warganet yang mengingatkan agar publik tidak langsung menghakimi.

Beberapa mempertanyakan konteks percakapan serta keaslian tangkapan layar yang beredar.

“Valid nggak sih ini? Takutnya cuma framing,” tulis pengguna lain, menunjukkan adanya dinamika pro-kontra di media sosial.

Isu ini makin ramai karena disebut-sebut melibatkan mahasiswa dari lingkungan Fakultas Teknik dan Teknologi, khususnya Teknik Mesin dan Biosistem.

Nama jurusan tersebut ikut terseret dalam perbincangan, meski belum ada identitas resmi yang diumumkan ke publik.

Pihak kampus sendiri sudah angkat bicara, dimana IPB menyatakan tengah melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang ramai dibahas di media sosial.

Direktur Komunikasi dan Kerja Sama IPB, Alfian Helmi, menegaskan bahwa kampus mengecam segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia, termasuk pelecehan berbasis gender, baik secara langsung maupun digital.

Sejumlah langkah penanganan juga telah dilakukan, mulai dari penelusuran fakta, pemanggilan pihak terkait, hingga pengumpulan bukti.

Kampus juga mengaktifkan mekanisme penanganan di tingkat fakultas dan institusi.

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan kampus, percakapan dalam grup tersebut diduga terjadi pada 2024 dan berisi komentar tidak pantas terhadap seorang mahasiswi.

Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi ke pihak fakultas pada 15 April 2026.

Seiring kasus ini bergulir, percakapan di X terus berkembang.

Ada yang fokus pada substansi dugaan pelecehan, ada juga yang menyoroti budaya komunikasi di kalangan mahasiswa, hingga pentingnya ruang aman di lingkungan kampus.

Di sisi lain, sebagian pengguna mengingatkan agar penyebaran tangkapan layar yang mengandung konten sensitif tidak semakin meluas, terutama jika berpotensi berdampak pada korban.

Hingga kini, topik ini masih jadi salah satu yang ramai dibahas di kalangan mahasiswa dan warganet.

Perkembangannya pun terus dinantikan, seiring proses investigasi yang masih berjalan di internal kampus.

– Advertisement –

Leave a Comment