Ungkap Fenomena di Balik Job Fair, Tak Semua Perusahaan Sedang Membuka Banyak Lowongan – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Di tengah antusiasme penyelenggaraan berbagai bursa kerja atau job fair yang digelar pemerintah maupun swasta, muncul pandangan berbeda dari kalangan praktisi sumber daya manusia (SDM).

Seorang HRD di salah satu perusahaan di Kota Bandung yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tidak semua perusahaan yang mengikuti job fair sedang memiliki kebutuhan rekrutmen dalam jumlah besar.

Menurutnya, keikutsertaan perusahaan dalam kegiatan job fair kerap didorong oleh berbagai faktor, salah satunya untuk memenuhi target kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan perusahaan.

Baca Juga:HPPMI Desak Kemenkeu Segera Lelang Lahan Eks HGB PT BSS untuk Ribuan Penggarap di BogorPemkab Tasikmalaya Gaungkan Wajib Belajar 13 Tahun, Pendidikan Anak Harus Dimulai dari TK

“Kalau dilihat dari luar memang terkesan semua perusahaan yang ikut job fair sedang membuka banyak lowongan. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ada perusahaan yang memang sedang mencari karyawan, tetapi ada juga yang ikut karena bagian dari KPI atau program perusahaan,” ujarnya kepada jabarekspres, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus perusahaan hanya memiliki kebutuhan tenaga kerja yang terbatas. Namun, partisipasi dalam job fair tetap dilakukan untuk memperluas basis data pelamar atau talent pool yang sewaktu-waktu dapat digunakan ketika perusahaan membutuhkan karyawan baru.

“Kadang posisi yang benar-benar dibutuhkan hanya satu atau dua orang. Tetapi perusahaan tetap menerima banyak CV. Tujuannya untuk membangun database kandidat sehingga saat ada kebutuhan mendadak, perusahaan sudah memiliki referensi pelamar yang bisa dihubungi kembali,” katanya.

Menurut dia, mengikuti job fair juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat citra atau employer branding. Kehadiran perusahaan dalam bursa kerja dinilai dapat meningkatkan eksposur perusahaan di kalangan pencari kerja, khususnya generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.

“Selain rekrutmen, ada juga tujuan branding. Perusahaan ingin dikenal lebih luas oleh calon pekerja. Jadi tidak melulu soal mencari karyawan saat itu juga,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa bukan berarti seluruh lowongan yang ditawarkan dalam job fair tidak nyata. Banyak perusahaan tetap memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mencari kandidat sesuai kebutuhan operasional yang sedang berjalan.

Hanya saja, para pencari kerja perlu memahami bahwa proses rekrutmen tidak selalu berujung pada penerimaan karyawan dalam waktu singkat. Seleksi administrasi, tes kompetensi, hingga wawancara tetap menjadi tahapan yang harus dilalui oleh setiap pelamar.

Leave a Comment