Terminal Singaparna Segera Ditata, Aspal Baru hingga Pujasera Disiapkan untuk PKL – jabarekspres.com

Terminal Singaparna Segera Ditata, Aspal Baru hingga Pujasera Disiapkan untuk PKL – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya terus menggencarkan penataan kawasan Singaparna sebagai wajah ibu kota kabupaten. Setelah fokus membenahi trotoar dan saluran drainase di sekitar Alun-alun Singaparna, kini giliran Terminal Singaparna yang akan direvitalisasi secara menyeluruh.

Langkah penataan tersebut dilakukan untuk mengubah wajah Singaparna yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena terkesan semrawut, kumuh, rawan kemacetan, serta menjadi langganan genangan saat hujan turun.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, turun langsung meninjau Terminal Singaparna pada Kamis (18/6/2026). Dengan membawa rancangan penataan, ia melakukan sosialisasi kepada pengelola terminal, pengemudi angkutan umum hingga para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Baca Juga:Konflik Agraria di Tamansari Bogor Memanas, Enam Warga Dilaporkan ke PolisiSiswa SMP di Tasikmalaya Diduga Dikeroyok Usai Cekcok Soal Perempuan, Keluarga Sambangi KPAID

Menurut Asep, revitalisasi terminal menjadi bagian penting dari upaya besar Pemkab Tasikmalaya dalam menata pusat pemerintahan dan perekonomian daerah.

“Terminal ini akan dibenahi mulai dari pengaspalan hingga penataan area usaha. Kami sadar penertiban tidak bisa dilakukan tanpa solusi. Karena itu kami sosialisasikan terlebih dahulu rencana penataan ini agar semua pihak memahami tujuan dan manfaatnya,” ujar Asep.

Dalam konsep yang disiapkan Pemkab, Terminal Singaparna tidak hanya akan mendapatkan perbaikan infrastruktur berupa pengaspalan area yang rusak, tetapi juga akan dilengkapi kawasan Pujasera (Pusat Jajanan Sagala Araya) yang disiapkan khusus untuk menampung para PKL yang selama ini berjualan di trotoar maupun area Alun-alun Singaparna.

Keberadaan pujasera tersebut diharapkan menjadi solusi bagi para pedagang sekaligus mendukung upaya penertiban ruang publik yang selama ini digunakan untuk berjualan.

Selain itu, penataan terminal juga ditujukan untuk mengembalikan fungsi terminal sebagai pusat aktivitas transportasi. Selama ini banyak angkutan umum memilih menunggu penumpang di bahu jalan raya karena kondisi terminal yang dinilai kurang nyaman dan tidak tertata.

Asep menegaskan, penataan Terminal Singaparna mengusung prinsip “Ngeunah Ngejo, Ngeunah Nenjo”. Filosofi tersebut berarti masyarakat yang mencari nafkah di sektor transportasi maupun perdagangan dapat bekerja dengan nyaman di tempat yang layak, sementara lingkungan sekitar juga terlihat rapi dan enak dipandang.

“Dengan terminal yang tertata, sopir nyaman bekerja, pedagang nyaman berjualan, penumpang pun nyaman menggunakan angkutan umum. Di sisi lain kawasan ini menjadi lebih tertib dan sedap dipandang,” katanya.

Leave a Comment