
BANDUNG – Menyambut Hari Kartini, Telkom Indonesia menggandeng Telkom University (Tel-U) dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tajam dan konkret: memberdayakan perempuan penyintas kekerasan melalui pendampingan intensif serta pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi.
Program ini secara khusus mendukung percepatan SDGs 5 (Kesetaraan Gender), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 16–18 April 2026, di Ruang Rapat Bangga Kencana DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat dan sejumlah laboratorium Tel-U.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Tel-U menjadi penggagas utama, dengan melibatkan SDGs Center Tel-U dan Center of Excellence (CoE) Smart Tourism & Hospitality sebagai pelaksana lapangan. Ketua Pelaksana, Dr. Eka Yuliana, S.T., M.SM., CECP., CBC, menegaskan bahwa keterlibatan akademisi lintas unit mencerminkan pendekatan holistik yang memadukan pendidikan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat.Sekitar 50 perempuan mengikuti pelatihan ini.
Baca Juga:Pendataan Disabilitas Masih Minim, Tel-U Dorong Kesadaran Nasional Lewat Video AdvokasiBPJAMSOSTEK Bojongsong Ingatkan Peserta Hindari Calo saat Ajukan Klaim
Materi mencakup penguatan kompetensi kewirausahaan, pemasaran digital, literasi keuangan, hingga pemanfaatan teknologi terkini. Program tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga mendorong digitalisasi usaha mikro milik peserta, sehingga perempuan penyintas kekerasan dapat bangkit sebagai pelaku ekonomi produktif di Kabupaten Bandung Barat.
Suharsono, S.T., M.M., Senior Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia Tbk., menekankan bahwa inisiatif TJSL ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam mendorong transformasi digital nasional.
“Program ini menjadi wujud nyata komitmen Telkom Indonesia dalam mempercepat pencapaian SDGs melalui pemberdayaan perempuan berbasis kewirausahaan. Ke depan, teknologi termasuk artificial intelligence (AI) akan menjadi enabler utama bagi UMKM, mulai dari analisis pasar hingga optimalisasi pemasaran digital. Melalui program ini, Telkom turut memperkuat ekosistem AI nasional, khususnya dalam mendukung digitalisasi entrepreneur perempuan di Kabupaten Bandung Barat,” tegas Suharsono.
Sementara itu, Plt. Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Drs. Asep Sehabudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Telkom Indonesia dan Tel-U yang mendukung pemberdayaan perempuan, khususnya bagi penyintas kekerasan. Program ini strategis karena tidak sekadar meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.