
JABAR EKSPRES – Kebijakan tarif TransJakarta sebesar Rp1 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta disambut antusias oleh sejumlah pengguna transportasi umum asal Bogor yang sehari-hari bekerja di ibu kota.
Program tersebut dinilai mampu membantu mengurangi pengeluaran transportasi harian, sehingga dana yang biasanya digunakan untuk ongkos perjalanan dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.
Salah satu pengguna yang merasakan manfaat kebijakan tersebut adalah Reski (26), warga Bogor Tengah yang bekerja di Jakarta. Dalam aktivitas sehari-harinya, ia menggunakan layanan TransJakarta rute Bogor–Blok M untuk menunjang mobilitas menuju tempat kerja.
Baca Juga:Godzilla El Nino Mengintai, BPBD: Hampir Seluruh Wilayah Kabupaten Bogor Berpotensi Terdampak KekeringanBupati Garut Warning SKPD, Evaluasi Kinerja Tak Boleh Lambat Ditindaklanjuti
Menurut Reski, tarif khusus Rp1 yang berlaku pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 cukup membantu menghemat biaya transportasi yang biasanya harus ia keluarkan setiap hari.
“Biasanya sekali naik Rp3.500. Kalau pulang-pergi bisa sekitar Rp7.000 sehari. Kadang kalau ada keperluan kantor dan harus bepergian lagi, saya naik TransJakarta dan bayar Rp3.500 lagi. Jadi dengan tarif Rp1 ini tentu cukup membantu mengurangi pengeluaran transportasi,” kata Reski saat ditemui di Halte Botani Square, Kota Bogor, Senin (22/6/2026).
Ia mengakui nilai penghematannya memang tidak terlalu besar, namun tetap memberikan manfaat bagi pekerja yang setiap hari mengandalkan transportasi umum.
“Uang yang biasanya dipakai untuk ongkos bisa dialihkan untuk makan siang atau kebutuhan lain. Lumayan juga untuk mengurangi pengeluaran harian selama bulan Juni ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ramedhan (28), warga Bogor Barat yang juga rutin menggunakan layanan TransJakarta rute Bogor–Blok M untuk bekerja di Jakarta.
Menurutnya, biaya transportasi merupakan salah satu pengeluaran rutin yang harus dipersiapkan setiap hari. Karena itu, program tarif Rp1 menjadi kabar baik bagi para pekerja yang bergantung pada transportasi umum.
“Walaupun cuma tiga hari, tetap membantu. Biasanya ada anggaran khusus untuk transportasi setiap hari. Sekarang jadi lebih hemat dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” katanya.
Baca Juga:Pembangunan Sudah 90 Persen, Jembatan Darurat WIKA di Klapanunggal Bogor AmbrukKemarau Mulai Berdampak, Lebih dari 1.200 Warga Bogor Alami Krisis Air Bersih
Ramedhan berharap program serupa dapat kembali dihadirkan pada momen-momen tertentu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya para pekerja yang menggunakan transportasi umum.