HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda pemukiman warga yang ada di sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi itu menyebabkan longsor di Jalan Turut, Dusun Jombok Jojogan RT 03 RW 06, Desa Petuguran, Kecamatan Punggelan.
“Material longsoran menutup akses jalan penghubung menuju Desa Jembangan sehingga menghambat mobilitas warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (18/5).
Dampak kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 11 KK atau 32 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, tercatat sebanyak 10 unit rumah berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Banjarnegara telah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian serta melaksanakan pendataan terhadap warga terdampak dan potensi kerusakan. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna menentukan langkah penanganan lanjutan dan upaya mitigasi di wilayah terdampak.
– Advertisement –
Penanganan bencana saat ini mengacu pada Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir di wilayah Kabupaten Banjarnegara yang berlaku mulai 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.
Selain itu, status siaga juga diperkuat dengan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/409 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025/2026 yang berlaku mulai 23 Oktober 2025 hingga 23 Mei 2026.
Berdasarkan kondisi mutakhir, kejadian tanah longsor masih dalam penanganan BPBD Kabupaten Banjarnegara bersama unsur terkait.
Warga di sekitar lokasi diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Abdul mengatakan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Seiring masih berpotensinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Abdul mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Masyarakat di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang serta menghindari aktivitas di sekitar lereng labil, bantaran sungai, dan infrastruktur yang mengalami kerusakan,” imbaunya.