
JABAR EKSPRES – Dua plafon ruang kelas di SMK Negeri 1 Soreang ambruk secara tiba-tiba saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung pada Senin (27/4/2026) sore.
Pihak sekolah memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya pada bangunan tersebut.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Soreang, Hendi Hadiansah, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian kondisi gedung terlihat normal.
Baca Juga:Polisi Bekuk Terduga Pemalak Tukang Bangunan di Ciseeng, Minta “Uang Koordinasi” Rp200-500 RibuKasus Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Bogor Naik Tahap, 13 Saksi Diperiksa
Ia menyebut tidak ada indikasi yang mengarah pada potensi robohnya plafon.
“Kalau sebelum hujan itu normal. Dari luar kelihatannya kokoh, karena kita tidak memeriksa sampai ke dalam atapnya,” ujar Hendi saat ditemui.
Hendi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat hujan disertai angin kencang melanda kawasan sekolah pada sore hari.
Hendi menduga tekanan angin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan plafon tidak mampu bertahan.
“Tadi kejadiannya waktu hujan, sekitar jam 3an. Memang ada angin kencang, seperti angin puting beliung. Ini mungkin atapnya tidak kuat tekanan angin,” katanya.
Ia menambahkan, dua ruang kelas yang terdampak merupakan bangunan baru yang digunakan oleh siswa kelas 10.
Saat kejadian, proses pembelajaran masih berlangsung karena kegiatan sekolah berjalan hingga sore hari.
Baca Juga:Pedagang Direlokasi ke Rest Area Gunung Mas Mengeluh Sepi, Penghasilan Kerap Nol RupiahSirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport Tourism
“Iya, itu ruang kelas kelas 10 dan saat itu memang sedang kegiatan belajar mengajar. Memang sekolah kita sampai sore,” ungkapnya.
Hendi memastikan dua plafon kelas tersebut ambruk dalam waktu yang hampir bersamaan. Meski kejadian berlangsung mendadak, tidak ada korban serius dalam peristiwa tersebut.
“Iya, dua kelas yang roboh dan kejadiannya bersamaan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihak sekolah akan melaporkan kejadian ini ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan. Terlebih, bangunan tersebut masih tergolong baru dan berada dalam masa garansi.
“Karena ini belum enam bulan, masih dalam masa garansi. Kami akan laporkan untuk segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.