Sudah Hampir Lima Bulan! – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Guntursari, RW 4, Kelurahan Turangga, Kota Bandung, kian memprihatinkan. Kondisi ini telah berlangsung selama hampir lima bulan tanpa penanganan yang memadai, sehingga menimbulkan keluhan dari warga dan petugas kebersihan setempat.

Dua petugas pengangkut sampah di wilayah tersebut, Budi (54) dan Bidin (62), mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada keterbatasan armada serta minimnya frekuensi pengangkutan. Saat ini, pengangkutan sampah dari TPS hanya dilakukan dua kali dalam seminggu, sementara volume sampah terus meningkat setiap harinya.

“Sudah sekitar empat bulan, sekarang masuk bulan kelima. Pengangkutan cuma dua kali seminggu, jadi sampah terus menumpuk,” ujar Budi saat ditemui di lokasi.

Baca Juga:Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol DomestikSerius Atasi Banjir, Pemkab Bandung Rancang 20 Infrastruktur Pengendali di Titik Rawan

Tidak hanya berasal dari warga sekitar, tumpukan sampah di TPS Guntursari juga diperparah oleh praktik pembuangan liar dari luar wilayah. Menurut Bidin, banyak pihak yang sengaja datang untuk membuang sampah ke lokasi tersebut, baik menggunakan sepeda motor, gerobak, hingga mobil.

“Bukan cuma warga sini, banyak juga yang dari luar. Mereka datang siang, malam, bahkan pagi hari, lalu buang sampah sembarangan di sini,” kata Bidin.

Akibatnya, area yang awalnya bukan diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah permanen kini berubah menjadi gunungan sampah yang sulit dikendalikan. Budi menjelaskan bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan taman, yang kemudian dijadikan TPS sementara karena keterbatasan lahan.

“Ini sebenarnya bukan TPS resmi, awalnya taman. Dipakai sementara karena belum ada tempat lain, tapi sampai sekarang belum ada pemindahan,” jelasnya.

Kondisi ini membuat para petugas harus bekerja ekstra keras setiap hari. Dengan jumlah petugas yang terbatas, mereka harus menangani wilayah yang cukup luas. Saat ini, hanya terdapat dua orang petugas yang bertanggung jawab atas sekitar 14 hingga 15 RT dalam satu RW.

“Satu orang bisa menangani sampai tiga RT. Kami kerja setiap hari, kecuali hari Minggu tidak ada pengangkutan,” tambah Bidin.

Selain beban kerja yang berat, para petugas juga harus menghadapi kondisi lapangan yang tidak ideal. Mereka kerap harus naik ke atas tumpukan sampah untuk merapikan dan mengangkutnya secara manual, yang tentunya berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan.

Leave a Comment