
JABAR EKSPRES – Peristiwa tragis yang dialamai seorang siswa SD kelas 3 di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat perhatian sejumlah pihak. Terlebih, hingga kini ia terbaring lemah dengan kondisi sebagian besar anggota tubuh mengalami luka bakar parah, namun hanya mendapat perawatan di rumah.
Merespons hal itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Tasikmalaya, Aang Munawar meminta pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kesehatan, serta Dinsos melalui UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya segera bergerak melakukan upaya pemenuhan hak-hak korban.
“Saya harap baik Dinkes dan Disdik, Dinsos berkolaborasi dan bergerak cepat melakukan penanganan. Jangan sampai ada kata terlambat, apalagi ini berkaitan dengan pebutuhan primer, yakni soal kesehatan dan pendidikan anak,” kata Aang Munawar yang juga merupakan Komisi IV DPRD Tasikmalaya, mitra eksekutif yang membidangi soal kesehatan, pendidikan dan kesra itu di Tasikmalaya, Jumat (24/4/2025).
Baca Juga:Airlangga Klaim RI Unggul di Hilirisasi, Benarkah? Hal Ini Jadi Kunci BBM Subsidi Tepat Sasaran?
Kondisinya saat ini pun memaksa siswa SD tersebut untuk menghentikan sementara aktivitas normalnya, termasuk absen menjalani proses pembelajaran di kelas atau di sekolah. Terhiting sejak berakhirnya masa libur Lebaran lalu.
“Meskipun (anak luka bakar itu) tidak dapat masuk kelas seperti mirid lainnya, namun jangan sampai hak-haknya untuk mendapatkan proses pembelajaran tidak dipenuhi. Apalagi biasanha korban seperti ini pemulihannya memakan waktu lama. Dinas harus memastikan jika sekolah si anak memfasilitasi proses pembelajaran tentu dengan teknis yang disesuaikan,” sebutnya.
Aang menilai, anak korban luka bakar itu juga harus mendapatkan kepastian pemulihan kesehatan, baik fisik maupun psikisnya.
“Kesehatan ini yang terpenting. Apalagi kabarnya anak itu hanya dilakukan perawatan di rumah. Dinkes tolong segera cek, jangan sampai anak tersebut tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai dan semestinya,” pinta Aang.
Aang juga mengapresiasi langkah sejumlah pihak seperti KPAI Tasikmalaya yang sudah melakukan pendampingan terhada korban. Termasuk mengapresiasi Polres Tasikmalaya yang kini tengah memproses adanya laporan dari pihak keluarga untuk menyingkap misteri dari penyebab dan kronologis peristiwa yang kini masih sumir.
“Kolaborasi semua pihak sesuai tupoksinya saya yakini akan sangat membantu dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan korban,” katanya.