
JABAR EKSPRES – Gubernur Dedi Mulyadi bakal mengeksekusi program sekolah swasta gratis melalui pola kerja sama. Kesepakatan akan ditandatangani dan klaimnya bakal ada 700 sekolah yang MoU.
Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi Senin (15/6). “Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa masuk ke sekolah negeri, nanti bisa masuk ke sekolah swasta yang siang ini nota kesepahamannya ditandatangani,” katanya.
Dedi Mulyadi melanjutkan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Barat, sekolah yang bakal melakukan MoU tidak sediki, jumlahnya tembus 700 sekolah.
Baca Juga:Diduga Sakit, Pria di Cileungsi Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di dalam KamarPolisi Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis di Cileungsi Bogor, 2 Bandar Muda Ditangkap
“Ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi, ” katanya.
Dedi menegaskan bahwa kesepakatan itu merupakan bentuk kehadiran negara terhadap akses pendidikan, artinya pemerintah berupaya mendukung pembiayaan pendidikan termasuk ke siswa yang bersekolah di sekolah swasta.
“Saatnya memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab terhadap pendidikan warganya,” cetusnya.
Konsep pembiayaan itu nantinya dalam bentuk program beasiswa Pancawaluya.
“Anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah, karena biayanya sudah diberikan dalam bentuk Beasiswa Pancawaluya,” katanya.
Sebelumnya, Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat merespon keras terkait rencana kerja sama sekolah swasta yang akan dilakukan Pemprov.
Menurutnya, sekolah swasta belum diajak komunikasi terkait program yang diupayakan menampung siswa yang tidak diterima dalam SPMB 2026 tersebut.
Kerja sama sekolah swasta merupakan salah satu Langkah yang akan diambil Pemprov Jabar menyikapi hasil PCMB.
Baca Juga:Jembatan Situ Nanggerang Senilai Rp56 M Segera Dibangun, Pemkab Bogor: Target Rampung Akhir TahunPemkab Tasikmalaya Soal Portal Papayan-Cikalong: Bukan Menutup Jalan tapi Menyelamatkan Infrastruktur
Data menyebutkan bahwa banyak siswa yang bakal tak tertampung sekolah negeri. Makanya akan diarahkan ke sejumlah sekolah swasta. Bentuknya kerja sama, dengan salah satu fasilitasnya aka ada subsidi dari pemerintah terkait pembiayaan.
Wacana telah bergulir tapi nampaknya komunikasi dengan pihak sekolah swasta masih belum berjalan mulus. Hal itu diungkapkan Ketua FKSS Jawa Barat Ade D. Hendriana.
Ia menuturkan, ide dari Gubernur Adalah menggratiskan SMA SMK Swasta dengan pola kerja sama.
“Sekilas, gagasan ini terdengar sangat baik dan tentu disambut positif oleh masyarakat yang selama ini menginginkan akses pendidikan yang lebih terjangkau. Namun dibalik niat baik tersebut masih ada beberapa yang belum jelas,” katanya, Sabtu (13/6) petang.