Satu Dapur MBG di Kota Banjar Berhenti, Banper Belum Cair – jabarekspres.com

Satu Dapur MBG di Kota Banjar Berhenti, Banper Belum Cair – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Satu dari 34 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar, Jawa Barat, terpaksa menghentikan sementara operasionalnya. Penghentian ini disebabkan karena anggaran Bantuan Pemerintah (Banper) untuk dana stimulan dapur belum juga cair.

Kordinator SPPG wilayah Kota Banjar, Dicky, mengungkapkan bahwa dari dua dapur yang mengalami kendala, satu dapur benar-benar berhenti beroperasi karena masalah pendanaan. Sementara satu dapur lainnya sedang dalam proses perbaikan fasilitas dapur.

“Ada dua, tapi yang satu lagi itu sedang perbaikan dapur,” kata Dicky kepada Jabar Ekspres, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga:Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Kota Banjar Segera Cair, Pengajuan SPM Paling Lambat 11 Juni 2026Perbaikan Pipa 400 mm di Banjar Segera Rampung, Pelanggan Ini yang Terdampak

Menurut Dicky, penghentian operasional terjadi secara langsung karena dana bantuan dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening virtual account (VA). Tanpa dana stimulan tersebut, dapur tidak bisa menjalankan kegiatan produksi dan distribusi makanan bergizi secara rutin.

“Satu SPPG di Kota Banjar yang saat ini berhenti operasional sementara memang karena dana bantuan pemerintah belum masuk ke VA. Satunya lagi karena sedang perbaikan dapur,” tegas Dicky.

Ia menjelaskan bahwa idealnya setiap dapur MBG menerima Banper secara berkala untuk menutupi biaya operasional harian, termasuk pembelian bahan makanan, upah petugas dapur, dan biaya logistik. Namun hingga hari ini, salah satu dapur di Kota Banjar masih menunggu realisasi dana tersebut.

Sementara itu, dikutip dari berbagai sumber, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa tidak ada persoalan serius terkait pendanaan program MBG secara nasional. Ia mengakui adanya laporan sejumlah dapur di berbagai daerah yang menghentikan operasional, tetapi ia memastikan hal itu bukan akibat kendala anggaran atau penghentian program.

Menurut Nanik, pencairan dana untuk operasional dapur MBG telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat (5/6/2026) dan masih terus berlangsung hingga Senin (8/6/2026). Proses pencairan tidak dilakukan serentak kepada seluruh SPPG di Indonesia karena alasan teknis.

Nanik menjelaskan bahwa sebagian dapur telah menerima dana sejak akhir pekan lalu, sementara sebagian lainnya dijadwalkan menerima pencairan pada Senin. Ia menilai keterlambatan yang dialami beberapa dapur lebih disebabkan oleh proses teknis pencairan dana, bukan karena masalah anggaran secara menyeluruh.

Leave a Comment