Sampah Menumpuk di depan Sekolah, DLH Cimahi Akui Terkendala Kuota Sarimukti – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Penumpukan sampah di wilayah Cigugur Tengah, Kota Cimahi, kembali memicu keluhan warga. Bau menyengat dari tumpukan sampah yang menggunung di depan sekolah dan sekitar area tempat pembuangan sementara disebut mengganggu aktivitas belajar siswa dalam beberapa hari terakhir.

Titik penumpukan sampah itu berada di RW 03 Kelurahan Cigugur Tengah. Namun, lokasi tersebut ternyata bukan titik pelayanan resmi pengangkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Kota Cimahi, Komme Edcadian Siringoringo, mengatakan kawasan tersebut tidak masuk jalur rutin armada pengangkut sampah kota. Saat ini, pengangkutan sampah di wilayah itu hanya mengandalkan motor sampah yang beroperasi dua kali dalam sepekan menuju TPS Cilember.

Baca Juga:Pasca ASN Live TikTok Viral, Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan OPDHeboh di Medsos ASN Live TikTok di Jam Kerja, BKPSDM Cimahi Sebut Cederai Citra Aparatur Negara

Menurut Komme, frekuensi pengangkutan itu tidak sebanding dengan volume sampah harian yang terus bertambah. Di sisi lain, Kota Cimahi juga dibatasi kuota pembuangan ke TPPAS Sarimukti.

“Keberadaan tumpukan sampah sementara sering kali memancing warga dari luar wilayah untuk ikut membuang sampah di lokasi tersebut (pembuangan liar),” kata Komme saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, ketika kuota pembuangan ke Sarimukti habis, TPS Cilember terpaksa menghentikan penerimaan sampah sementara waktu. Kondisi itu membuat petugas kebersihan di wilayah setempat menyimpan sampah di lokasi tersebut sebagai solusi darurat.

Akibatnya, volume sampah terus bertambah dan sulit dikendalikan. DLH, kata dia, sebenarnya telah beberapa kali melakukan pembersihan berkala di lokasi itu. Namun, penumpukan kembali terjadi karena persoalan utama belum terselesaikan.

“Penumpukan terus berulang karena masalah di tingkat hulu (kuota pembuangan) dan hilir (pengawasan lokasi) belum terselesaikan secara tuntas,” ujarnya.

Komme menuturkan, secara teknis armada pengangkut sampah milik Pemkot Cimahi dinilai masih mencukupi. Persoalan utama justru berada pada pembatasan kuota pembuangan di TPPAS Sarimukti.

Saat ini, Kota Cimahi hanya memperoleh kuota pembuangan sebesar 119 ton per hari atau sekitar 1.666 ton untuk satu siklus 14 hari. Sementara volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 150 hingga 200 ton per hari.

Leave a Comment