Rupiah Masih Terjungkal, SBY Ajak Rakyat Tetap Optimis

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti perkembangan pasar modal dan pasar uang yang dinilainya tengah menghadapi situasi kurang menggembirakan.

Meski demikian, SBY meyakini tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama mendukung langkah pemerintah.

“Perkembangan dan dinamika pasar, baik pasar modal maupun pasar uang, memang kurang menggembirakan,” ujar SBY dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, Indonesia masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang cukup untuk menghadapi tekanan tersebut.

– Advertisement –

“Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki political and economic resources. Opsi dan solusi masih tersedia,” katanya.

SBY juga menegaskan pentingnya soliditas antara pemerintah, pelaku usaha, ekonom, dan seluruh pemangku kepentingan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan must be on board. Dalam hal-hal krusial, persatuan itu penting,” ujarnya.

Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat ini pun menambahkan, bahwa kepercayaan bersama atau mutual trust harus dibangun agar situasi ekonomi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.

“Mutual trust mesti dibangun bersama,” lanjutnya.

SBY pun mengajak masyarakat memberikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

“Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia bisa,” tandasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa per hari ini, Kamis 14 Mei 2026, kurs rupiah atas dollar Amerika Serikat adalah Rp17.512 / USD.

– Advertisement –

Leave a Comment