
Jabar Ekspres – Ribuan sepeda motor listrik berjajar memenuhi sebuah gudang di kawasan industri Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Kendaraan yang ditaksir bernilai sekitar Rp1,3 triliun itu kini berada dalam status penyegelan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).
Pantauan Jabar Ekspres di gudang EMMO Electric Mobility, Jalan Olympic Raya Kavling B6, Kecamatan Babakan Madang, Kamis (18/6/2026) sore, ribuan motor listrik masih terparkir rapat dan tersusun rapi di dalam area penyimpanan.
Sebagian besar kendaraan tertutup terpal dan jaring berwarna hitam. Dari balik penutup tersebut, hanya bagian roda depan yang terlihat. Di antara rapatnya deretan kendaraan, pita merah putih bertuliskan “Kejaksaan RI” tampak membelit kuat sebagai tanda bahwa ribuan motor listrik tersebut telah disegel.
Baca Juga:Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Gelar Lomba MTQ dan AdzanLangkah Tegas Pemkab Tasikmalaya, Portal Cegah ODOL Dibangun di Papayan!
Garis penyegelan itu membentang panjang, menyilang dari satu unit ke unit lainnya dan mengikat di antara roda-roda motor yang berjajar tanpa celah.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, motor listrik yang tersimpan terdiri atas dua tipe, yakni skuter JVH dan motor trail JVX GT.
Meski ribuan unit kendaraan telah disegel, aktivitas di kawasan gudang terlihat tetap berjalan normal. Sejumlah karyawan masih tampak keluar masuk area penyimpanan dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, terdapat sebanyak 21.801 unit sepeda motor listrik yang tersimpan di gudang tersebut.
Penyegelan dilakukan untuk memastikan jumlah kendaraan yang berada di lokasi sesuai dengan data yang dimiliki penyidik Kejaksaan Agung. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan kasus dugaan mega korupsi dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut oleh Kejagung.
Sejumlah sumber menyebutkan, proses pendataan dan penyegelan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah gudang penyimpanan sepeda motor listrik lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai hasil pendataan maupun tindak lanjut penyegelan ribuan motor listrik tersebut. (Dzihar)