HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana banjir terjadi pada Minggu (12/4) yang lalu.
– Advertisement –
“Banjir terjadi akibat luapan Sungai Lusi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur di wilayah hulu dan sebagian besar wilayah Grobogan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (14/4).
Abdul menyebut bahwa banjir tersebuut menyebabkan ratusan unit rumah warga terdampak bencana banjir tersebut.
– Advertisement –
“Bencana ini telah berdampak pada 475 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak mencapai 475 unit,” imbuhnya.
Abdul menjelaskan wilayah yang terdampak meliputi Desa Karanganyar dan Kelurahan Purwodadi di Kecamatan Purwodadi, Desa Jono di Kecamatan Tawangharjo, Desa Boloh di Kecamatan Toroh, Desa Monggot di Kecamayan Geyer dan Desa Mojorebo di Kecamatan Wirosari.
Untuk kondisi terkini, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir dilaporkan berangsur surut.
Menyikapi kondisi tersebut, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi.
Untuk potensi banjir dan tanah longsor, masyarakat diharapkan rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Warga yang berada di daerah lereng atau tebing diimbau untuk segera mengungsi sementara apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah,” imbaunya.
“Terkait angin kencang, masyarakat diimbau untuk memangkas ranting-ranting pohon yang berpotensi tumbang serta memperkuat struktur atap rumah,” sambungnya.
– Advertisement –