
JABAR EKSPRES – Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak menjadi pusat perhatian setelah videonya viral di media sosial.
Di tengah berbagai spekulasi soal lokasinya, Pemerintah Desa Gunungmasigit menegaskan bangunan tersebut berdiri di area parkir objek wisata Stone Garden yang masih dekat dengan permukiman warga. Lokasi pembangunan juga diklaim telah melalui proses survei dan kajian sebelum akhirnya dipilih sebagai titik pembangunan Koperasi Merah Putih.
Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, mengatakan informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya. Bangunan koperasi bukan berada di puncak gunung, melainkan di kawasan lapang parkir Stone Garden yang memiliki akses menuju permukiman warga.
Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan
“Banyak yang mengira bangunannya berada di atas gunung. Faktanya tidak seperti itu. Lokasinya berada di area parkir Stone Garden, di bawah Gunung Masigit, dan masih dekat dengan permukiman warga. Aksesnya juga tersedia meskipun jalannya berbatu,” kata Tarkopa saat ditemui, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelum pembangunan dimulai, pemerintah desa mengusulkan lima bidang tanah carik desa sebagai calon lokasi Koperasi Merah Putih kepada PT Agrinas Pangan Nusantara yang menjadi pelaksana program.
Kelima lokasi tersebut berada di kawasan Stone Garden RW 9 Girimulya, Liung Gunung RW 16, Cigintung RW 21, Cihalimun RW 19, dan Cicalada. Setelah dilakukan peninjauan lapangan, kawasan Stone Garden dipilih karena dinilai paling layak dari sisi kesiapan lahan maupun aksesibilitas.
“Pemerintah desa hanya mengusulkan beberapa titik tanah carik. Setelah itu dilakukan pengecekan oleh PT Agrinas terkait kelayakan lokasi dan aksesnya. Dari beberapa titik yang kami ajukan, kawasan Stone Garden dinilai paling memenuhi syarat sehingga dipilih untuk pembangunan koperasi,” ujarnya.
Bangunan Koperasi Merah Putih berukuran sekitar 20 x 30 meter itu kini memasuki tahap akhir pembangunan dengan progres mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan rolling door dan penataan interior sebelum mulai beroperasi.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu mendukung aktivitas pariwisata di kawasan Stone Garden.