Presiden Prabowo Sindir Kaum Julid di Indonesia: Kabur Saja Biar Enggak Gaduh

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyinggung sejumlah gerakan di Indonesia yang berniat memecah belah masyarakat.

Dalam sanbutannya saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II, Presiden Prabowo mulanya membeberkan sejumlah gerakan pemberontakan pada jaman dahulu.

– Advertisement –

“Perjalanan suatu bangsa yang saya katakan lama, susah, ibarat long march. Ini long march suatu bangsa. Long march suatu bangsa. Kita dijajah, kita diadu domba, kita diinfiltrasi, dibikin pemberontakan, pemberontakan, pemberontakan. DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil, RMS, PGRS/Paraku, PRRI (Permesta),” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (29/4).

Gerakan pemberontakan itu kemudian pada saat ini menurut Presiden Prabowo, berusaha kembali dimunculkan dengan berbagai macam upaya dan strategi.

– Advertisement –

“Terus gerakan ini, gerakan itu, terus kita dibikin apalagi, Indonesia gelap. Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja,” ujarnya.

Dengan ajakan kabur yang sempat diserukan tersebut, Presiden Prabowo malah mempersilahkan mereka untuk pergi ke keluar dari Indonesia. Padahal, saat ini menurut Presiden Prabowo, kondisi Indonesia adalah negara paling aman di dunia dalam kondisi peperangan saat ini.

“Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana? Hei, orang-orang pintar, bukalah, bukalah berita. Lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. “Kabur saja deh.” Iya, kabur saja biar kita enggak gaduh,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo kemudian mengajak semua pihak untuk tetap bersatu tanpa melihat latar belakang apapun.

“Masa depan kita bagus, kita kompak, kita bersatu. Jangan lihat latar belakang, jangan lihat suku, jangan lihat kelompok etnis, jangan lihat… Perbedaan adalah baik, perbedaan adalah kekayaan, perbedaan jangan kita biarkan menjadi sekat-sekat,” pintanya.

“Kekurangan, kita saling tutup. Kesalahan, kita saling ingatkan. Kelalaian, segera kita koreksi. Semua tujuannya adalah kebaikan bangsa. Perdamaian, sangat mahal. Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa

– Advertisement –

Leave a Comment