Potensi Longsor Hantui Kecamatan Matraman

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda sejumlah pemukiman warga di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada beberapa hari lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, peristiwa ini berdampak pada 11 kepala keluarga atau 32 jiwa serta merusak 10 unit rumah.

“Saat ini akses jalan menuju lokasi masih aman dilalui kendaraan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (12/5).

Kendati demikian, Abdul menjelaskan bahwa di sekitar lokasi masih terdapat potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang masih tinggi.

– Advertisement –

“Warga terdampak sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, Maluku serta Papua.

Hujan lebat berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

Menyikapi potensi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan dan langkah mitigasi. Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta arahan pemerintah daerah setempat.

Warga juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan terlihat tanda-tanda peningkatan debit air, retakan tanah, maupun pergerakan lereng.

“Selain itu, BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko genangan, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar, serta memastikan jalur evakuasi dan titik aman telah diketahui oleh seluruh anggota keluarga,” imbaunya.

“Pemerintah daerah dan BPBD diharapkan tetap siaga, melakukan pemantauan kondisi wilayah secara berkala serta menyiapkan personel dan peralatan untuk penanganan darurat apabila terjadi bencana susulan,” sambungnya.

– Advertisement –

Leave a Comment