
JABAR EKSPRES- Suara bising knalpot brong yang kerap meresahkan masyarakat mulai mendapat perhatian serius di Kota Banjar. Polres Banjar bersama komunitas otomotif setempat menggelar deklarasi anti knalpot brong sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Banjar ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Tidak sekadar seremonial, acara ini menjadi momen penting bagi aparat kepolisian dan komunitas otomotif untuk menyatukan visi dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menyatakan bahwa penolakan terhadap knalpot brong adalah bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Baca Juga:G.H. Universal Bandung Raih Predikat Hotel Terbaik Nomor 1 di Dunia Versi TripAdvisorYayasan Pilar Tunas Nusa Lestari dan KEHATI Gelar Pameran Biodiversitas Perkotaan di Bandung
“Ini bukan sekadar penegakan hukum. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan dan kenyamanan di jalan adalah tanggung jawab kita semua,” tegas AKBP Didi, Minggu (21/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Banjar, Dandim 0613/Ciamis, unsur Forkopimda, serta perwakilan dari berbagai komunitas otomotif di Banjar. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap upaya penertiban knalpot brong.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel komunitas otomotif, dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi anti knalpot brong. Suasana haru dan penuh semangat terlihat ketika perwakilan komunitas secara simbolis menyerahkan knalpot brong kepada Kapolres Banjar. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas otomotif siap mendukung aturan yang berlaku.
Dialog interaktif antara Forkopimda dan komunitas otomotif menjadi sesi yang paling dinantikan. Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan secara terbuka. Komunitas otomotif menyambut baik pendekatan humanis yang dilakukan Polres Banjar dalam menegakkan aturan lalu lintas.
Salah satu perwakilan komunitas mengungkapkan bahwa deklarasi ini adalah awal dari perubahan positif. Mereka berharap gerakan ini tidak hanya berhenti di acara seremonial, tetapi terus berlanjut dengan pengawasan dan edukasi yang konsisten.
Setelah dialog, kegiatan dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah yang diikuti seluruh peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa saat mereka menikmati ngopi bareng dan hiburan akustik. Puncak acara adalah konvoi safety riding yang diikuti komunitas otomotif sebagai bentuk kampanye berkendara aman dan tertib.