
JABAR EKSPRES – Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Semarang terus menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab bersama kepada masyarakat melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan.
Kegiatan ini berlangsung di Kampung Jatimulya, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas insiden yang terjadi di wilayah tersebut, saat sejumlah petani menggunakan aluminium foil untuk mengusir burung hama padi.
Baca Juga:Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN UPT Bekasi Perkuat Keandalan Sistem Lewat Pemeliharaan Gardu Induk PoncolSemangat Pancasila dalam Aksi Nyata: PLN UIT JBT Hadirkan Program Literasi PELITA di Tambun Selatan
Material aluminium foil yang terbang terbawa angin kemudian tersangkut pada penghantar listrik milik PLN dan memicu percikan api serta ledakan kecil pada jaringan transmisi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan mengganggu keandalan pasokan listrik.
Sosialisasi dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, di antaranya Kepala Dusun 01 Imam Permana, Ketua RT 08/RW 03 Nurman, tokoh masyarakat Haji Arsalim, serta anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Embun. Kegiatan juga diikuti oleh warga RT 08/RW 03 yang bermukim di sekitar jalur transmisi.
Dari pihak PLN hadir Manager ULTG Cikarang, tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN UPT Bekasi, serta perwakilan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UPT Bekasi.
Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa jaringan transmisi tegangan tinggi memiliki standar jarak aman yang harus dipatuhi oleh masyarakat untuk mencegah potensi bahaya kelistrikan.
“Penggunaan material konduktor seperti aluminium foil di sekitar jalur transmisi sangat berbahaya. Ketika material tersebut terbang dan menyentuh penghantar, dapat terjadi loncatan listrik (flashover) yang menimbulkan percikan api bahkan gangguan pada sistem kelistrikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan benda-benda logam atau material konduktor di sekitar jaringan transmisi serta segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan,” ujar Indra Kurniawan.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan sekaligus menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan.
Baca Juga:‘Dan Bandung’ Siap Bikin Baper, Kisah Cinta Beda Kasta Karya Pidi Baiq Hadir di Bioskop Agustus 2026KDS Pastikan Regulasi Daerah Dukung Pelayanan Publik yang Lebih Optimal
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama PLN dalam menjalankan operasional ketenagalistrikan nasional.