
JABAR EKSPRES – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa, mempertanyakan penyebab anjloknya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Abhyakta Dharma Yasa (Perseroda) dan PT BPR Cipatujah Jabar (Perseroda) atau Bank CIJ.
Politikus PKB itu menyampaikan sorotan tersebut usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Selasa (7/7/2026).
Menurut Gumilar, penurunan kontribusi PAD dari kedua BUMD tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena terjadi di tengah kondisi kemampuan fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan.
Baca Juga:DPRD Dorong Pemkab Tasikmalaya Bentuk Dinas Kominfo Mandiri, Dinilai Krusial Hadapi Era DigitalPotensi PGE Karaha Belum Maksimal, Wabup Tasikmalaya Minta Dukungan KDM Kejar Target 30 MW
“Bank CIJ misalnya, dari sekitar Rp2 miliar pada 2024 menjadi nol rupiah pada 2025. Sementara PT Abhyakta juga mengalami penurunan dari sekitar Rp21 miliar menjadi sekitar Rp11 miliar. Ini harus menjadi perhatian,” kata Gumilar.
Ia menilai penurunan kinerja PT Abhyakta Dharma Yasa cukup mengundang tanda tanya. Pasalnya, salah satu unit usaha andalan perusahaan daerah tersebut adalah pengelolaan SPBU 34.46122 Cikatomas yang dinilai memiliki prospek bisnis menjanjikan.
Menurutnya, bisnis SPBU seharusnya memiliki tingkat risiko kerugian yang relatif kecil karena seluruh transaksi dilakukan secara tunai.
“Ini sungguh ironi. Yang namanya SPBU hampir tidak mungkin merugi karena masyarakat membeli BBM selalu tunai, tidak pernah berutang. Apalagi sekarang harga BBM juga tinggi dan SPBU milik daerah itu lokasinya sangat strategis. Saya sering ke sana, bahkan sering tidak kebagian karena antreannya panjang. Artinya penjualannya ramai, tapi kenapa PAD justru turun drastis?” ujarnya.
Gumilar meminta pemerintah daerah mengusut secara menyeluruh penyebab turunnya kontribusi PT Abhyakta terhadap PAD.
“Kita perlu tahu penyebabnya secara jelas. Apakah memang penjualan BBM menurun? Apakah suplai dari Pertamina berkurang? Atau jangan-jangan persoalannya ada pada manajerial perusahaan. Ini harus ditelusuri,” tegasnya.
Ia juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya melakukan evaluasi terhadap seluruh BUMD agar mampu menjadi motor peningkatan PAD, terutama di tengah menurunnya Transfer ke Daerah (TKD).
Baca Juga:Wujud Syukur HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarame Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Layani MasyarakatIbunda Viknes Waren: Anak Saya Memang Gagal ke Amerika, Tapi DBL Ikut Membentuk Mentalnya hingga Mendunia
Menurut Gumilar, evaluasi menjadi semakin penting mengingat PT Abhyakta Dharma Yasa diwacanakan akan diperluas perannya sebagai perusahaan daerah yang mengelola berbagai potensi bisnis milik pemerintah, termasuk sektor pariwisata.