
JABAR EKSPRES – Keberadaan perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu resmi hingga jalur tidak resmi masih ditemukan di wilayah Kota Bogor. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang kerap melintas.
Kepala Seksi Pengendalian dan Penertiban (Kasi Daltib) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Faizal Rahman, mengatakan salah satu perlintasan tanpa palang pintu resmi berada di Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah.
Selain itu, terdapat perlintasan tidak resmi di Jalan Tugu Wates, Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal. Perlintasan tersebut tidak dilengkapi fasilitas pengamanan resmi, sehingga warga setempat berinisiatif membuat palang pintu secara swadaya.
Baca Juga:RSUD Welas Asih Tegaskan Pelayanan Profesional dan Humanis, Audit Medis Pastikan Tindakan Sesuai ProsedurJalur Strategis Cijayanti–Bojong Koneng Ditata, Program Gentengisasi Libatkan Warga dan CSR
“Kalau untuk wilayah Kota Bogor, ada di Jalan MA Salmun, Bogor Tengah. Di sana ada petugas dari KAI yang berjaga setiap kereta melintas, tapi tidak ada palang pintu resminya yang aktif. Selain itu, di Tanah Sareal, Sukaresmi, itu perlintasan tidak resmi dari PT KAI dan dibuat secara swadaya, termasuk palang pintunya, jadi tidak ada palang pintu riilnya,” ujar Faizal saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, perlintasan di Sukaresmi muncul karena kebutuhan akses warga, terutama sebagai jalur penghubung menuju wilayah Cilebut. Namun karena bukan perlintasan resmi, fasilitas keselamatan tidak tersedia secara memadai.
Di sisi lain, lokasi tersebut berada di area yang direncanakan menjadi pembangunan Stasiun Sukaresmi yang nantinya akan terhubung dengan kawasan Cilebut.
Faizal menambahkan, pihaknya telah mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama saat melintasi jalur tidak resmi. Sosialisasi juga dilakukan bersama pihak perkeretaapian terkait bahaya perlintasan sebidang.
Sementara itu, perlintasan di Jalan MA Salmun sebelumnya sempat ditutup menggunakan bantalan beton dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan maupun pejalan kaki. Namun akses tersebut sempat dibuka kembali untuk keperluan tertentu dan hingga kini masih digunakan masyarakat sebagai jalur penghubung.
Saat ini, perlintasan tersebut dijaga oleh petugas KAI, serta dilengkapi barrier beton yang membatasi hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas.
“Ke depan, perlintasan MA Salmun akan ditutup kembali seperti semula. Saat ini sedang dalam proses dengan pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) atau flyover agar lebih aman,” jelasnya.