Pep Guardiola: Arsitek Sepak Bola Modern dengan Rekor Trofi Tak Tertandingi

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pep Guardiola bukan sekadar pelatih sukses. Manajer asal Spanyol itu adalah simbol revolusi taktik dalam sepak bola modern.

Dari Barcelona hingga Manchester City, pelatih 55 tahun itu membangun dinasti dengan filosofi permainan yang mengubah cara dunia melihat sepak bola.

– Advertisement –

Guardiola memulai karier kepelatihannya di FC Barcelona pada 2008. Di musim debutnya, ia langsung mencetak sejarah dengan meraih treble: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Keberhasilan itu bukan hanya soal trofi, tetapi juga lahirnya gaya ‘tiki-taka’ yang jadi sorotan dunia sepak bola.

– Advertisement –

Keberhasilan itu menjadikan Guardiola sebagai pelatih muda yang diakui sebagai juru taktik jenius.

Guardiola kembali mencatat sejarah bersama Manchester City pada musim 2022/2023. Ia membawa klub Inggris itu meraih treble dengan juara Premier League, FA Cup, dan Liga Champions.

Pencapaian ini membuatnya menjadi satu-satunya pelatih dalam sejarah yang memenangkan treble kontinental dua kali, setelah sebelumnya melakukannya bersama Barcelona pada 2008/2009.

Pencapaian itu menempatkan Guardiola di level yang belum pernah dicapai pelatih lain.

“Dengan dua treble di dua klub berbeda, ia menciptakan standar baru yang belum tersentuh pelatih mana pun,” demikian pernyataan Manchester City dikutip dari laman resminya, Selasa, (28/4/2026).

Manajemen City menilai, prestasi Guardiolabukan hanya soal jumlah trofi. Namun, tentang konsistensi membangun tim juara di level tertinggi dalam era yang berbeda.

Dominasi di 3 Liga Top Eropa

Selain treble, Guardiola juga dikenal karena dominasinya di liga domestik. Ia mencetak rekor kemenangan beruntun di tiga liga top Eropa yakni La Liga, Bundesliga, dan Premier League. Sesuatu yang belum pernah dilakukan pelatih lain.

Guardiola tercatat sukses di Barcelona (Spanyol); Bayern Munich (Jerman); Manchester City (Inggris).

Guardiola dicap tak hanya mengejar trofi. Ia membangun identitas tim melalui penguasaan bola, pressing tinggi, dan fleksibilitas posisi pemain.

Banyak analis internasional menilai pendekatan Guardiola bisa merevolusi sepak bola modern. Di City, ia membawa klub ke era keemasan dengan puluhan trofi dan dominasi domestik yang berkelanjutan.

Dengan puluhan gelar, rekor treble ganda, serta pengaruh taktik yang mendunia, Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa.

Dari data FC Barcelona, Guardiola adalah salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola. Eks gelandang Timnas Spanyol itu mencatatkan 39 trofi sepanjang kariernya (hingga per Juli 2024.

Pencapaian trofi Guardiola itu berpotensi naik karena City berpeluang meraih double winner domestik Inggris di musim ini. Selain Premier League, Guardiola punya peluang juara di Piala FA.

– Advertisement –

Leave a Comment