
JABAR EKSPRES – Pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di MTsN Cimahi untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 10041 Tahun 2025.
Kepala MTsN Cimahi, Rubaitun, menjelaskan pihak madrasah telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga website resmi MTsN Cimahi, sampai dengan penyiapan sistem layanan pendaftaran berbasis digital.
Ia menerangkan, untuk proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui Google Form dan laman resmi web MTsN Kota Cimahi di https://mtsn-kotacimahi.sch.id.
Baca Juga:65 Perguruan Ramaikan Lebaran Jawara Jampang, Bersiap Angkat Silat ke Puncak KejayaanKejari Tasikmalaya Setorkan PNBP Rp81,9 Juta ke Kas Negara
“Selanjutnya, calon peserta didik yang telah mendaftar diwajibkan mengikuti tahapan verifikasi berkas secara langsung di madrasah,” ujarnya saat diwawancarai Jabar Ekspres via pesan WhatsApp, Sabtu (25/4/2026).
Rubaitun mengatakan, jadwal pelaksanaan PMBM telah ditetapkan untuk beberapa jalur penerimaan. Jalur prestasi dan afirmasi berlangsung pada 20 April hingga 24 April 2026.
“Sedangkan untuk jalur reguler berlangsung hingga tanggal 8 Mei 2026,” tambahnya.
Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, MTsN Cimahi menetapkan daya tampung sebanyak 352 peserta didik baru. Jumlah tersebut disesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan untuk jenjang SMP/MTs, yakni maksimal 32 siswa dalam satu kelas.
“Yang terbagi ke dalam 11 rombongan belajar, dengan masing-masing rombongan belajar berjumlah 32 peserta didik,” kata Rubaitun.
Ia menegaskan, salah satu perbedaan utama PMBM di MTsN dibanding sekolah umum adalah tidak diberlakukannya sistem zonasi dalam penerimaan murid baru.
“Siapa saja bisa masuk ke MTsN, asal memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan dalam juknis dan kriteria tes yang ditentukan oleh madrasah. Waktu pelaksanaannya juga berbeda, untuk madrasah sudah boleh dibuka mulai Maret s/d. Juli,” ujar Rubaitun.
Selain itu, MTsN Cimahi juga menerapkan tes membaca Al-Qur’an sebagai salah satu pertimbangan utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru.
Baca Juga:Dari Kelahiran hingga Kematian, Layanan Adminduk Kota Bandung Kini TerintegrasiPenertiban Dinilai Tebang Pilih, Warga Puncak Bogor Sebut Asep Stroberi sebagai Simbol Ketidakadilan
Menurutnya, madrasah memiliki karakteristik tersendiri karena mengintegrasikan kurikulum pendidikan nasional dengan pendidikan keagamaan Islam.
“Oleh karena itu, dalam proses PMBM, selain mempertimbangkan aspek akademik, madrasah juga memberikan perhatian pada aspek keagamaan, baik dalam bentuk prestasi maupun kemampuan dasar keislaman,” kata Rubaitun.