
JABAR EKSPRES – Ratusan rumah warga di Kampung Cilutung, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dibayangi ancaman longsor menyusul aktivitas pemapasan lereng Gunung Pasarean menggunakan alat berat.
Warga khawatir pembukaan lahan di kawasan perbukitan yang berada tepat di atas permukiman itu meningkatkan risiko bencana, terutama saat hujan deras mengguyur.
Warga Kampung Cilutung, Ade Komarudin (55) menyebut, sedikitnya area lereng seluas lebih dari 500 meter persegi dibuka menggunakan excavator dengan pekerjaan cut and fill untuk membentuk akses jalan serta terasering berundak di kawasan hulu.
Baca Juga:BPBD Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan di Tasikmalaya, Seluruh Kecamatan Kini DipantauKMRT Tuding Pemkab Tasikmalaya Abaikan Putusan KI Jabar, Ancam Gugat ke PTUN
“Tepat di bawah lokasi proyek, terdapat ratusan rumah warga, termasuk bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan tempat ibadah yang berjarak tidak jauh dari area pemapasan lereng,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Ade mengaku cemas karena aktivitas penggalian dilakukan di kawasan perbukitan yang berada tepat di atas permukiman.
Menurutnya, perubahan struktur lereng berpotensi memicu longsor yang mengancam keselamatan warga saat musim hujan.
“Kalau lerengnya dipapas lalu hujan deras turun, kami khawatir terjadi longsor yang membahayakan warga,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi aktivitas tersebut, termasuk menelusuri kelengkapan perizinan sebelum pekerjaan terus berlanjut.
“Kami meminta pemerintah segera mengevaluasi kegiatan ini, termasuk memeriksa seluruh perizinannya. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah terjadi bencana,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Asep (35). Ia mengaku warga sempat memperoleh informasi bahwa pembukaan lahan itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan lahan pertanian. Namun, penggunaan alat berat untuk memapas lereng dalam skala besar justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Baca Juga:HUT Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Pacu Akselerasi Pelayanan Lewat Optimalisasi Call Center 110Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMK Tembus Pasar Nasional hingga Ekspor
“Awalnya kami mendapat informasi lahan ini akan dijadikan pertanian. Tapi kalau memang untuk pertanian, kenapa harus memapas bukit menggunakan alat berat dan membuka lahan seluas ini?” ucap Asep.
Menurutnya, setiap kegiatan pembangunan harus mengutamakan aspek keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan dampak buruk di kemudian hari.
“Pembangunan seharusnya tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai bentang alam diubah lalu dampaknya justru dirasakan warga,” tandasnya.