
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menata kawasan Pasar Parung sebagai langkah awal transformasi pusat ekonomi di wilayah Bogor utara. Penataan tersebut juga menjadi prioritas strategis menjelang rencana masuknya investasi besar pada 2026–2027 di kawasan Kemang dan Ciseeng.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan pembenahan Pasar Parung tidak hanya sebatas penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi merupakan bagian dari pembangunan terintegrasi yang mencakup kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar.
“Penataan ini harus dilakukan secara adil dan terukur. Tidak bisa parsial. PKL, kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar harus ditangani dalam satu sistem yang terintegrasi,” ujarnya.
Baca Juga:Simulasi Pernikahan hingga Festival Kolaboratif, The Papandayan Wedding Experience 2026 Tampil BedaPolisi Bekuk Terduga Pemalak Tukang Bangunan di Ciseeng, Minta “Uang Koordinasi” Rp200-500 Ribu
Ia memastikan penataan tetap memperhatikan keberadaan PKL yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan melakukan penggusuran tanpa menyediakan lokasi pengganti.
“Kami tidak ingin menggusur PKL tanpa arah lokasi penggantinya,” kata Rudy kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, Pemkab Bogor telah menyiapkan dua lahan untuk relokasi pedagang. Lahan pertama berada di depan pasar dengan luas sekitar 7.000 meter persegi, sementara lahan kedua merupakan tanah kosong sekitar 2 hektare yang berada di seberang kawasan tersebut.
Penataan Pasar Parung diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kawasan Bogor utara.