One Way Sepenggal Efektif, Jadi Strategi Polresta Bandung atasi Macet Nagreg – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, mulai memasuki fase krusial pada H-2 Lebaran atau Kamis (19/3/2026).

Lonjakan kendaraan yang signifikan membuat kepolisian harus bergerak cepat dengan berbagai skema rekayasa lalu lintas.

Jajaran Polresta Bandung pun mengandalkan strategi one way sepenggal untuk mengurai kepadatan, khususnya di titik-titik rawan seperti Pasar Limbangan, Garut, yang kerap memicu antrean panjang hingga ke wilayah Cikaledong, Nagreg.

Baca Juga:Jangan Salah Tempat! Ini Lokasi Salat Id 2026 Muhammadiyah di Bandung Hasil Sidang Isbat, Lebaran 1447 Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, mengatakan skema tersebut sudah beberapa kali diterapkan sejak puncak arus mudik mulai terasa.

“Pada H-3, kami melakukan one way sepenggal sebanyak 5 kali. Sementara hari ini H-2 sudah 4 kali diterapkan,” kata Aldi, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas ini dilakukan secara situasional, bergantung pada panjang antrean kendaraan di lapangan.

Ketika kepadatan kendaraan sudah memanjang hingga titik tertentu, petugas langsung berkoordinasi untuk memberlakukan sistem satu arah sementara.

Aldi menyebut, skema ini terbukti efektif memperlancar laju kendaraan pemudik yang menuju arah selatan Jawa Barat.

“Kalau antrean sudah sampai Pamuncatan, kami langsung kolaborasi dengan Polres Garut untuk melakukan one way sepenggal. Alhamdulillah, cara ini cukup efektif,” ujarnya.

Data pun mencatat, hingga pukul 18.00 WIB di H-2 Lebaran, sebanyak 118 ribu kendaraan telah melintas di jalur Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya. Meski volume kendaraan tinggi, kepadatan dinilai masih bisa dikendalikan.

Baca Juga:Mendag Pantau Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Dinilai Masih TerkendaliMendag Kaji Ulang Aturan E-Commerce Usai Maraknya Kasus Penipuan Transaksi Online

Selain rekayasa lalu lintas, Polresta Bandung juga mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan jalur mudik. Sebanyak 1.733 personel gabungan disiagakan selama 24 jam dan tersebar di 21 pos pengamanan.

Koordinasi lintas wilayah juga menjadi kunci. Polresta Bandung intens berkomunikasi dengan Polres Garut serta Ditlantas Polda Jawa Barat untuk memastikan pengaturan arus berjalan selaras di sepanjang jalur mudik.

Di sisi lain, pelayanan bagi pemudik turut diperkuat melalui Pos Terpadu “Lembur Kaheman” yang berada di KM 36 Nagreg. Pos ini menjadi pusat kendali sekaligus tempat istirahat bagi pemudik.

Relokasi pos dari Cileunyi ke Nagreg disebut sebagai hasil evaluasi tahun sebelumnya, agar pengawasan dan penanganan kepadatan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Leave a Comment