ODGJ Tertinggi di Jabar, Pemkab Bogor Siapkan Fasilitas Sosial Baru di Pondok Rajeg – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat.

Bupati Bogor buka suara terkait dengan persoalan tersebut. Kata dia tingginya angka itu tak lepas dari status Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 6.000 orang. Rudy menilai angka tersebut harus dilihat secara proporsional karena Kabupaten Bogor dihuni lebih dari 6,19 juta jiwa.

Baca Juga:Percepatan Sertifikasi Halal Jadi Kunci Meningkatnya Daya Saing Wisata Ramah Muslim IndonesiaJelang Berlaku Juli 2026, Banyak UMKM Masih Bingung Skema Pajak Marketplace

“Jika Kota Bogor memiliki sekitar 1,2 juta penduduk dengan sekitar 3.000 ODGJ, sementara Kabupaten Bogor berpenduduk lebih dari 6 juta jiwa dengan sekitar 6.000 ODGJ, maka perbandingan tersebut harus dilihat berdasarkan jumlah penduduknya,” ujarnya, Senin (29/6).

Kendati tercatata jumlah ODGJ tertinggi di Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan tidak tinggal diam.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat layanan sosial dan menyiapkan fasilitas baru untuk menangani kelompok masyarakat rentan.

Saat ini, Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) di Citeureup terus dibenahi. Fasilitas tersebut menjadi tempat pembinaan bagi lansia dan tunawisma sekaligus dipersiapkan untuk meningkatkan pelayanan sosial di Kabupaten Bogor.

Tidak hanya itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan fasilitas sosial yang lebih besar di kawasan Pondok Rajeg.

Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan melayani ODGJ, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan sosial khusus.

Rudy menilai pembangunan rumah sakit jiwa baru di Kabupaten Bogor belum menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, pelayanan kesehatan jiwa masih dapat dilakukan melalui kerja sama dengan daerah sekitar.

Baca Juga:Pesta Patok Meriahkan HUT Tasikmalaya dan Bhayangkara, Bukan Sekedar Kontes Kecantikan Hewan Ternak3 Bangunan Ruko Terbakar di Ciomas Bogor, Kerugian Ditaksir Capai 700 Juta

“Fasilitas kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah dapat saling melengkapi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Saat ini, penanganan sosial masyarakat rentan juga didukung Balai Kesejahteraan Sosial milik Kementerian Sosial di Galuga. Sementara pelayanan kesehatan jiwa yang lebih lengkap masih dirujuk ke rumah sakit jiwa di Kota Bogor.

Pemkab Bogor berharap penguatan fasilitas sosial dan kerja sama antarwilayah dapat meningkatkan pelayanan terhadap ODGJ sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapat penanganan yang layak dan berkelanjutan.

Leave a Comment