Negosiasi Buntu! Iran Pertahankan Selat Hormuz dan Tuntut Kompensasi Besar ke AS

HOLOPIS.COM, Islamabad – Negosiasi di Islamabad kembali berakhir tanpa titik temu, Iran menegaskan tak akan mundur, bahkan memperkuat tuntutan kompensasi.

Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah perundingan terbaru yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.

– Advertisement –

Fokus utama pembahasan, yang melibatkan isu keamanan dan jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz, justru meninggalkan kedua pihak dengan jarak posisi yang masih lebar.

Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur sedikit pun dari sikapnya.

– Advertisement –

Ia menyebut Iran akan tetap mempertahankan apa yang dianggap sebagai hak nasional, termasuk kendali strategis dan kepentingan negara di kawasan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga tuntutan kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat,” ujar Aref dalam pernyataannya usai perundingan, Minggu, 12 April 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi Iran yang kini tidak hanya berbicara soal keamanan wilayah, tetapi juga membuka tuntutan kompensasi atas rangkaian konflik dan tekanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk kompensasi yang dimaksud, pernyataan itu menjadi sinyal keras bahwa Iran membawa agenda lebih luas dalam meja negosiasi.

Perundingan yang berlangsung di Islamabad itu dimediasi oleh pemerintah Pakistan dan dihadiri delegasi dari kedua negara.

Proses dialog disebut berlangsung dalam beberapa sesi pertukaran usulan, namun tidak menghasilkan titik temu.

Kedua pihak dikabarkan masih berbeda pandangan dalam sejumlah isu utama, terutama terkait aktivitas militer dan stabilitas kawasan Teluk.

Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu titik paling sensitif dalam percaturan geopolitik global.

Jalur sempit ini dilalui oleh sebagian besar pasokan minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut kerap memicu kekhawatiran pasar internasional.

Iran selama ini memiliki posisi strategis di kawasan tersebut, yang membuat isu pengelolaan dan keamanan selat menjadi sangat krusial dalam setiap perundingan.

Aref juga menyoroti kondisi dalam negeri Iran yang disebutnya semakin solid.

Ia menilai persatuan nasional menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan posisi dalam negosiasi internasional yang tengah berlangsung.

Menurutnya, kekompakan internal menjadi dasar dalam menghadapi tekanan eksternal yang datang dari berbagai arah.

Meski perundingan belum menghasilkan kesepakatan, kedua pihak disebut masih membuka peluang untuk melanjutkan diplomasi di tahap berikutnya.

Namun, belum ada kepastian waktu terkait kelanjutan dialog tersebut.

Sementara itu, dinamika di kawasan masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional.

Ketegangan yang belum mereda membuat situasi di sekitar Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada jalur perdagangan energi global.

Dengan hasil perundingan yang masih buntu, langkah diplomasi selanjutnya diperkirakan akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara dalam beberapa waktu ke depan.

– Advertisement –

Leave a Comment