
JABAR EKSPRES – Berkecamuknya perang di Timur Tengah tentu memberikan dampak besar bagi banyak negara, termasuk negara-negara muslim, salah satunya Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pesang bisa menjadi sarana perpecahan antar negara Islam, perang juga bisa memecah belah umat didalam negaranya sendiri.
Karenanya kita harus tetap berusaha menyatukan umat guna membangun kekuatan global, terutama di saat banyak orang yang memusuhi negara-nagara muslim. Untuk itu, dalam khotbah jumat kali ini, kita akan membahas cara menyatukan umat untuk membangun kekuatan tersebut.
Khutbah jumat kali ini diambil dari laman seruanislam milik Dewan Masjid Digital Indonesia (DMDI), berikut khutbah jumat selengkapnya :
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا مِنَ النَّارِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كَبِيْرًا وَصَبِيًّا.اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، الصَّادِقِ الْأَمِيْنِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ حَسُنَ إِسْلَامُهُمْ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى:يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ٧ (مُحَمَّدٌ)
Baca Juga:Berapa Besaran Gaji ke 13 ASN dan Pensiunan Tahun 2026? Berikut Daftar LengkapnyaCara Mudah Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,Alhamdulillah, kita masih dipertemukan oleh Allah di hari mulia, hari Jumat. Di tempat yang dimuliakan, masjid. Bersama orang-orang yang insya Allah dimuliakan, orang-orang bertakwa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Pertama dan paling utama, mari tingkatkan takwa kita kepada Allah. Taati perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Âli Imrân [3]: 102).
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,Di saat dunia dipenuhi kabar perang dan penderitaan, ada satu hal yang patut kita pikirkan bersama: ke mana arah semua peristiwa ini, dan siapa yang benar-benar dibela? Pada 28 Februari 2026, pecah perang AS–Israel melawan Iran. Iran membalas dengan rudal dan drone hingga menutup Selat Hormuz. Meski AS telah menghabiskan sekitar US$12 miliar (Rp203,8 triliun), kekuatannya tidak sepenuhnya efektif dan dukungan Eropa melemah. Upaya damai di Islamabad gagal, bahkan serangan ke Lebanon, termasuk Beirut, menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari 1.165 orang.
Dalam gencatan senjata yang rapuh, perundingan tidak menyentuh Palestina dan Gaza. Iran fokus pada kepentingannya, sementara sebagian negara Muslim justru terlihat membantu pihak yang terdesak. Padahal mereka punya kekuatan besar, namun tidak digunakan untuk membela umat. Sementara itu, penderitaan di Al-Aqsha dan Gaza terus berlangsung. Maka pertanyaannya: mengapa negara yang kuat diam, dan siapa sebenarnya yang dibela?