HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah panggung di mana dentuman musik modern bersinggungan dengan gemulai tari tradisional, menciptakan sebuah harmoni yang bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah pernyataan cinta kepada tanah air.
Inilah atmosfer yang sedang dibangun menyambut “Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026” yang siap menggetarkan Indonesia Arena, Senayan, pada Agustus mendatang.
– Advertisement –
Bukan sekadar pertunjukan rutin, edisi 2026 ini membawa ruh yang berbeda melalui tema ‘Hikayat Srikandi Nusantara’. Fokusnya tajam: mengangkat keberanian dan keteladanan perempuan dalam cerita rakyat Indonesia ke atas panggung kolaboratif yang megah.
Acara ini seolah ingin membuktikan bahwa narasi budaya kita memiliki “Srikandi-Srikandi” tangguh yang nilai-nilainya masih sangat relevan untuk dihidupi generasi masa kini.
– Advertisement –
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang hadir dalam sesi Road to acara tersebut di Grand Indonesia, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap bagaimana sektor swasta mampu mengawinkan sisi komersial dengan visi pelestarian budaya.
Baginya, pembeda utama acara ini adalah keberaniannya untuk tetap berpijak pada akar budaya di tengah gempuran tren global.
“Banyak panggung di luar sana, tetapi berbasis budaya itu menjadi pembeda Pagelaran Sabang Sampai Merauke. Dan apa yang dilakukan iForte ini sesuatu yang patut kita apresiasi, menjadi inspirasi, bagi saya bagaimana bisnis dan purpose bisa menjadi satu,” ungkap Irene Umar dengan nada optimis.
Namun, di balik kemegahan tata cahaya dan ribuan pelaku seni yang terlibat, ada misi yang lebih besar dari sekadar menghibur mata. Penyelenggara ingin memastikan bahwa identitas bangsa tidak luntur di tangan generasi z dan milenial.
Pagelaran ini dirancang sebagai sebuah “gerakan” untuk membuat anak muda kembali bangga dengan identitas mereka sendiri.
Ferdinandus Aming Santoso, selaku President Director & CEO iForte & Protelindo Group, menegaskan komitmennya untuk menyediakan wadah bagi kegelisahan kreatif anak muda. Ia percaya bahwa kunci keberlanjutan budaya ada pada rasa cinta yang tumbuh secara organik di hati mereka.
“Hari ini merupakan harapan kami menjadi suatu gerakan kebudayaan bagi semua korporasi yang ada di Indonesia. Karena kita melihat bahwa generasi muda Indonesia ini sangat berminat sekali kepada kebudayaan Indonesia,” jelasnya.
“Kita harus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyalurkan aspirasi mereka. Dan kita harus membuat semua masyarakat Indonesia dan generasi muda khususnya fall in love dengan kebudayaannya sendiri,” tegas Ferdinandus.
Dengan pendekatan kontemporer yang tetap menjaga kesucian nilai tradisional, Pagelaran Sabang Merauke 2026 diproyeksikan tidak hanya akan memenuhi kursi di Indonesia Arena, tetapi juga mengisi ruang di hati penontonnya dengan rasa bangga.
Ini adalah panggung di mana hikayat masa lalu bertemu dengan ambisi masa depan, membuktikan bahwa Indonesia memang memiliki kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain.
– Advertisement –