
JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan tiga proyek pengendalian banjir akan segera direalisasikan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebut proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026 ini.
“Insya Allah mulai dibangun dan dikerjakan tahun ini juga. Alhamdulillah ini kabar gembira untuk warga Kabupaten Bandung,” ujar Dadang usai pertemuan dengan Kementerian PU di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:400 Ormas Terdata di Kabupaten Bogor, Kesbangpol Utamakan Pembinaan dan Proses Hukum Terkait Dugaan PungliPolres Tasikmalaya Ungkap Bisnis Trenggiling yang Biasa Dijual Online
Ia menjelaskan, persetujuan dari pemerintah pusat tersebut tidak lepas dari dukungan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang turut mengawal usulan penanganan banjir di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah tiga usulan kami langsung disetujui oleh Menteri PU. Ini semua berkat atensi langsung Wakil Ketua DPR RI Kang H Cucun,” katanya.
Adapun tiga proyek yang akan segera direalisasikan yakni normalisasi Sungai Cisunggalah di Kecamatan Majalaya dan Solokan Jeruk, pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang, serta kolam retensi di Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek.
Menurut Dadang, proyek normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi prioritas karena wilayah Majalaya dan Solokan Jeruk hampir setiap tahun dilanda banjir akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari permukiman, infrastruktur, lahan pertanian hingga kegiatan ekonomi.
“Dengan normalisasi sungai, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar sehingga dapat menekan potensi banjir di kawasan tersebut,” katanya.
Selain itu, pembangunan kolam retensi di Tegalluar dinilai sangat mendesak mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu titik banjir terparah di Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Nestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang KampungBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul Jebol
Dalam beberapa waktu terakhir, banjir bahkan merendam wilayah tersebut hingga lebih dari satu meter dan berdampak pada ribuan warga.
“Tegalluar ini sudah terlalu lama menjadi langganan banjir. Karena itu kami mengusulkan kolam retensi agar ada penampungan air dan beban ke permukiman bisa dikurangi,” ungkapnya.
KDS sapaan akrabnya menambahkan, kawasan Tegalluar menerima limpasan air dari sejumlah sungai besar seperti Cikeruh, Citarik, dan Citarum, serta aliran dari wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.