
BANDUNG – Ratusan anak berkebutuhan khusus memadati sebuah bioskop di Bandung untuk menonton film Semua Akan Baik-Baik Saja, Rabu (3/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Yayasan PUSPPA Suryakanti ini menjadi sarana memberikan motivasi dan dukungan kepada orang tua menjelang perayaan HUT ke-42 yayasan pada 6 Juni 2026 ini.
Direktur Yayasan Suryakanti, dr. Yulia Suherlina, mengatakan pemilihan film tersebut sangat tepat karena ceritanya sangat dekat dengan perjalanan yayasan selama 42 tahun mendampingi anak berkebutuhan khusus.
“Kami memilih film ini karena relate sekali dengan Yayasan Suryakanti. Film ini mengangkat kisah keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus,” ujar Yulia, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga:Dorong Perencanaan Keuangan, FWD Rilis Income Prosperity di BandungKetika Keadilan Pemilu Diburu Waktu
Menurut Yulia, acara nonton bareng ini bukan sekadar hiburan. Tujuannya memberikan dukungan moral dan motivasi kepada orang tua bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Selama lebih dari empat dekade, Suryakanti telah mendampingi ribuan keluarga yang datang dengan kecemasan berat, lalu pulang dengan harapan baru melalui terapi, pendidikan, dan pendampingan psikologis.
“Ketika dititipkan anak berkebutuhan khusus, bukan berarti dunia berhenti di situ. Kita bisa mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Orang tua harus tetap semangat karena anak-anak ini punya peluang sukses,” tegasnya.
Sekitar 100 anak hadir bersama orang tua, guru, terapis, dan alumni. Total 285 kursi bioskop terisi penuh. Bagi banyak alumni, kegiatan ini menjadi reuni emosional karena bertemu kembali dengan guru dan terapis yang pernah mendampingi mereka bertahun-tahun lalu.
Yulia menambahkan, banyak anak binaan Suryakanti yang kini berhasil menjadi atlet berprestasi maupun seniman. Keberhasilan itu lahir dari kesabaran orang tua dan pendampingan yang konsisten.
Pakar Hipnoterapi Dewi P. Faeni yang turut hadir menyebut acara ini sebagai momentum penting. “Ini breakthrough yang baik. Kalau orang lain bisa, anak-anak kita juga pasti bisa,” katanya.
Di tengah suasana hangat, Yosef, salah seorang anak peserta, memberikan jawaban paling polos saat ditanya perasaannya. “Senang. Suka nonton film,” akunya.
Pesan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan anak berkebutuhan khusus sesederhana anak lain: mereka ingin diterima, diberi kesempatan, dan merasakan kasih sayang.