HOLOPIS.COM, Jakarta – Viral di media sosial, menu MBG di sejumlah sekolah disebut monoton. Siswa mengaku menu yang diterima hanya berputar pada telur dan lauk sederhana, tanpa variasi berarti yang diharapkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai simbol kepedulian negara terhadap gizi anak sekolah kini kembali diseret ke pusaran kritik publik.
– Advertisement –
Bukan lagi soal harapan, tapi soal rasa kecewa yang makin lantang terdengar dari ruang-ruang komentar media sosial.
Sebuah video yang diunggah akun @herianan mendadak meledak dan jadi bahan perdebatan panas.
– Advertisement –
Dalam rekaman itu, seorang siswa dengan polos justru membuka fakta yang bikin banyak orang mengernyit, menu yang diterima di sekolah dinilai jauh dari kata variatif.
“Keseringan telur,” ujar siswa itu singkat, tanpa ragu, tanpa basa-basi.
Saat ditanya lebih jauh soal daging sapi, jawaban yang keluar semakin menohok. “Kadang sebulan dua bulan sekali,” katanya lagi.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi warganet yang mempertanyakan konsistensi pelaksanaan program MBG yang selama ini digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah secara merata.
Banyak komentar di media sosial menyebut menu yang diterima siswa masih jauh dari ekspektasi.
Kritik terutama mengarah pada minimnya variasi lauk hewani, terutama daging sapi yang disebut jarang muncul dalam menu harian.
Sorotan publik juga kembali mengarah pada pernyataan Kepala Dadan Hindayana yang sebelumnya menyampaikan optimisme terkait kesiapan pasokan bahan pangan untuk mendukung program MBG berskala nasional.
Ia sempat menyebut kebutuhan daging sapi akan meningkat seiring target ribuan SPPG yang berjalan di berbagai daerah.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan peningkatan gizi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, sejumlah kritik terus muncul terkait pelaksanaan teknis di daerah.
Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana program juga ikut menjadi perhatian.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci yang diberikan terkait viralnya testimoni siswa maupun pola menu yang dipersoalkan publik.
Di media sosial, potongan video tersebut masih terus beredar dan memicu diskusi.
Sebagian warganet mempertanyakan standar menu MBG, terutama terkait pemenuhan protein hewani yang dinilai belum konsisten.
– Advertisement –