Menteri PPPA Soroti Kasus Daycare Yogya, 103 Anak Jadi Korban

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, terus berkembang. Polresta Yogyakarta mencatat total korban mencapai 103 anak, dengan 53 di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik.

Temuan ini memicu perhatian serius pemerintah, mengingat skala kasus yang dinilai besar dan berdampak luas terhadap kepercayaan publik terhadap layanan pengasuhan anak.

– Advertisement –

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pemerintah akan mengawal penuh proses hukum kasus tersebut.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam. Peristiwa ini bukan hanya melukai anak-anak sebagai korban, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap layanan pengasuhan anak,” ujarnya, Selasa (28/4) dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com.

– Advertisement –

Penanganan awal telah dilakukan melalui penyelidikan, pengamanan lokasi, serta pemberian pendampingan kepada korban dan keluarga. Pemerintah juga memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan maksimal, baik secara hukum maupun psikologis.

Arifah menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan proses hukum berjalan tegas, transparan, dan berkeadilan. Selain itu, pemerintah juga melakukan penelusuran lanjutan guna memastikan tidak ada korban lain yang belum teridentifikasi.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan atas lemahnya sistem pengawasan terhadap layanan daycare. Banyak fasilitas pengasuhan anak dinilai belum memenuhi standar perizinan maupun kualitas pengasuhan yang layak.

Sebagai langkah perbaikan, Kementerian PPPA mendorong penguatan standar layanan melalui kebijakan Taman Asuh Ramah Anak (TARA), yang menitikberatkan pada aspek keamanan, kualitas pengasuhan, serta pengawasan berkelanjutan.

Pemerintah juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap layanan daycare. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengasuh dinilai penting guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

– Advertisement –

Leave a Comment