HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan garis merah Teheran kepada Amerika Serikat (AS) melalui Pakistan dalam kunjungannya baru-baru ini.
Dalam laporan kantor berita semiresmi Iran, Fars pada Minggu (26/4) menyebutkan bahwa garis merah tersebut disampaikan kepada pihak AS dalam bentuk pesan tertulis.
– Advertisement –
“Hal itu berkaitan dengan program nuklir Teheran dan Selat Hormuz,” tulis laporan tersebut seperti dikutip Holopis.com.
Pertukaran pesan ini tidak berkaitan dengan negosiasi, melainkan merupakan bagian dari sebuah inisiatif Iran untuk mengklarifikasi situasi di kawasan itu dan secara eksplisit mengumumkan garis merahnya.
– Advertisement –
Araghchi pada Minggu melakukan perjalanan ke ibu kota Pakistan, Islamabad pasca kunjungan keduanya sejak Jumat (24/4), setelah sebelumnya singgah sebentar di Oman.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta komandan-komandan senior dan warga sipil Iran.
Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, serta memperketat kendali atas Selat Hormuz, memblokir lalu lintas kapal yang dimiliki atau yang berafiliasi dengan Israel dan AS.
Gencatan senjata 8 April disusul oleh perundingan Iran-AS di Islamabad pada 11 dan 12 April. Setelah negosiasi gagal, AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz, sehingga kapal-kapal tidak bisa masuk ke dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
– Advertisement –
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.
Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.