Membludak! Pendaftar Sekolah Maung di SMKN 1 Cimahi Tembus 1.239 Siswa – jabarekspres.com

JABAR EKSPRES – Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung di Kota Cimahi membludak. Hingga hari terakhir Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), jumlah pendaftar di SMK Negeri 1 Cimahi tercatat jauh melampaui kuota yang tersedia.

Sekolah yang menjadi bagian dari program Sekolah Maung gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, itu menerima sedikitnya 1.239 pendaftar hingga Jumat (29/5/2026) pagi. Sementara daya tampung sekolah hanya tersedia untuk 672 siswa.

Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin, mengatakan jumlah pendaftar masih berpotensi bertambah karena proses pendaftaran baru ditutup pada pukul 21.00 WIB.

Baca Juga:Bupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan LamaDiduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes Terbakar

“Jadi sampai jam 6 pagi tadi, pendaftar itu sudah 1.239 anak. Kalau kita melihat kuota, sudah melebihi kuota karena yang dibutuhkan di SMK 1 Cimahi itu hanya 672 orang,” kata Erwin saat ditemui di sekolah, Jumat, 29 Mei 2026.

Lonjakan peminat membuat panitia harus bekerja ekstra dalam proses verifikasi dokumen. Setiap berkas pendaftaran membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk memastikan keaslian dan kesesuaian data yang diunggah peserta.

Menurut Erwin, panitia masih terus menerima pendaftar sambil menjalankan proses pemeriksaan administrasi secara bersamaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian dokumen, peserta diminta segera melakukan perbaikan.

“Sekarang sedang tahap verifikasi, kami berharap orang tua bersabar karena verifikasi untuk satu pendaftar itu sekitar 10 menit. Semuanya akan diverifikasi pasti, sementara kita juga terus menampung pendaftar,” ujar dia.

Program Sekolah Maung di SMKN 1 Cimahi tahun ini menerapkan pola penerimaan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jalur afirmasi, zonasi, dan Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) tidak lagi dibuka.

Sekolah hanya menerima siswa melalui tiga jalur, yakni prestasi akademik berdasarkan nilai rapor, kompetensi akademik, dan prestasi non-akademik.

Dari seluruh jalur tersebut, jalur akademik berbasis nilai rapor menjadi yang paling diminati dengan total 1.118 pendaftar. Sementara jalur potensi akademik berbasis IQ baru diikuti satu peserta, dan jalur kompetensi non-akademik diikuti sekitar 240 peserta.

Baca Juga:Libur Iduladha, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipenuhi Kendaraan WisatawanPolres Tasikmalaya Salurkan 27 Hewan Kurban untuk Warga dan Pesantren di Iduladha 1447 H

“Dari tiga jalur itu, jalur akademik nilai rapor yang penuh. Kemudian ada potensi akademi IQ satu orang pendaftar, dan kompetensi non-akademik yang pendaftarnya kurang lebih ada 240-an,” kata Erwin.

Leave a Comment