HOLOPIS.COM, JAKARTA – Studi terbaru kolaborasi Princeton University dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkap fakta penting: penggunaan media sosial berdampak negatif terhadap kesehatan mental.
Sebaliknya, berhenti menggunakan media sosial terutama bersama keluarga terbukti mampu memperbaiki kondisi psikologis.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terhadap 1.502 responden di 30 ibu kota provinsi di Indonesia. Para responden dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok yang berhenti menggunakan media sosial, kelompok yang berhenti bersama seluruh anggota keluarga, dan kelompok yang tetap menggunakan media sosial seperti biasa.
Hasilnya cukup mencolok. Kelompok yang berhenti menggunakan media sosial menunjukkan peningkatan kesehatan mental dibanding kelompok yang tetap aktif. Bahkan, dampak positif paling besar terlihat pada mereka yang berhenti secara kolektif bersama keluarga.
– Advertisement –
“Penonaktifan media sosial meningkatkan kesehatan mental secara substansial,” ujar Nicholas Kuipers, peneliti dari Princeton University yang dikutip Holopis.com dari YouTube SMRC TV.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa indikator yang diukur meliputi tingkat kecemasan, depresi, kepuasan hidup, hingga kualitas tidur. Dalam periode satu bulan, kelompok yang tidak menggunakan media sosial mengalami penurunan tingkat kecemasan, sementara kelompok yang tetap menggunakan justru mengalami peningkatan.
Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa generasi muda paling rentan mengalami gangguan mental. Kelompok Gen Z tercatat memiliki tingkat masalah kesehatan mental tertinggi dibanding generasi lain.
Secara umum, kondisi kesehatan mental masyarakat Indonesia masih tergolong cukup baik, dengan rata-rata skor 71,2 dari skala 0–100. Namun, sekitar 10 persen responden berada dalam kategori buruk hingga sangat buruk.
Temuan ini memperkuat kekhawatiran global tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental.
Studi ini juga memberikan pesan sederhana: mengurangi penggunaan media sosial, bahkan hanya dalam waktu singkat, dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan mental.
Terlebih lagi, melakukannya bersama keluarga ternyata membuat efeknya semakin kuat.
– Advertisement –
